Wabah Corona di Kalsel
Cegah Ledakan Kasus Covid-19, Pemprov Kalsel Akan Kembali Perketat Pintu Masuk
Pemerintah Provinsi Kalsel akan lakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga yang akan masuk ke wilayah Kalsel untuk antisipasi lonjakan kasus Covid-19.
Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pintu masuk ke Provinsi Kalimantan Selatan akan diperketat.
Selama ini, pengetatan akses udara terus berjalan. Namun untuk darat dan laut telah berakhir, setelah peniadaan mudik pada Mei 2021.
Namun baru-baru ini wacana pengetatan pintu masuk ke Kalsel melalui jalur udara, darat dan laut, mengemuka kembali.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel HM Muslim, setelah melakukan pertemuan dengan Satgas Penanganan Covid.
Baca juga: Cegah Lonjakan Covid-19, Gubernur Wajibkan Orang Masuk Kalteng Sertakan Suket Negatif PCR
Wacana itu bertujuan untuk menghindari lonjakan kasus Covid 19 di Kalsel. Hasilnya pertemuannya adalah akan dilakukan pengawasan ketat di pintu-pintu masuk.
"Di perbatasan akan dilakukan skrining dengan ketat," ujarnya di Banjarmasin, Selasa (29/6/2021).
Teknis skrining yang akan dilakukan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten yang berada di perbatasan. Hal ini akan dibahas dalam pertemuan lanjutan.
Diketahui, saat peniadaan mudik yang lalu, pengetatan pintu masuk dilakukan dengan membangun pos-pos jaga.
Baca juga: Nekat Ke Jakarta Saat Pembatasan Perjalanan Dinas ke Zona Marah, Ini Alasan BP Perda DPRD Kalsel
Baca juga: Didor Polisi saat Digerebek, Inilah Pelaku Penodongan di Dua ATM Banjarmasin, Sang Ibu Turut Diburu
Mencermati perkembangan kasus, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Banjar, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tanah Laut (Banjarbakula) menjadi prioritas penanganan Covid-19.
Pertimbangan yang ada karena 5 daerah itu memiliki kasus tertinggi hingga saat ini. Ditambah, Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan yang memiliki risiko sedang berdasarkan pemetaan 14 hingga 20 Juni 2021.
"26,1 persen kasus positif berasal dari Banjarmasin, sementara Kabupaten Banjar adalah daerah dengan angka kasus aktif tertinggi dengan persentase 4,4 persen," rincinya.
Oleh karena itu, Pemprov Kalsel melalui Satgas Penanganan Covid-19 berupaya memperkuat testing dan memasifkan vaksinasi, serta melakukan pengawasan ketat di pintu-pintu masuk.
Persentase pemakaian tempat tidur di rumah sakit/tempat perawatan, juga menjadi perhatian serius Pemprov Kalsel.
Saat ini, keterpakaian tempat tidur di rumah sakit penanganan Covid-19 se-Kalsel, baik untuk ruang ICU maupun isolasi, berkisar di angka 26,87 persen.
"Terkait BOR, ICU terpakai 50 persen dan BOR isolasi terpakai 25,95 persen. Kami akan melakukan advokasi untuk mendorong kabupaten/kota yang belum memiliki BOR ICU agar menyiapkannya," tambah Muslim.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pos-cek-poin-kecamatan-jaro.jpg)