Breaking News:

Berita Balangan

Pandemi, Biaya Pilkades 19 Desa di Balangan Bengkak Jadi Rp 1,3 Miliar

Pandemi membuat biaya pelaksanaan Pilkades di Balangan membengkak dari Rp 700 juta menjadi Rp 1,3 Miliar

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Kepala Dinas PMD Balangan, Urai Nur Iskadar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - 19 Desa di Kabupaten Balangan akan menggelar Pilkades untuk memilih pemimpin baru.

Pandemi yang masih berlangsung membuat biaya pelaksanaan Pilkades yang akan dilangsungkan paling lambat 17 November membengkak dari Rp 700 juta menjadi Rp 1,3 Miliar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD)  Kabupaten Balangan, Urai Nur Iskandar mengatakan, dari 19 desa yang menggelar Pilkades lokasi terbagi pada enam kecamatan. 

Pada wilayah Kecamatan Paringin ada empat desa,  kemudian Paringin Selatan, satu desa, Batu Mandi, satu desa, Lampihong, delapan desa, Kecamatan Awayan, dua desa dan Kecamatan Halong sebanyak tiga desa. 

Baca juga: Positif, Gelaran Pilkades di Balangan Dijadwalkan 17 November 2021

Baca juga: Menang Pilkades 2021, Hari ini 140 Pambakal Terpilih di  Kabupaten Banjar Dilantik

Baca juga: Pilkades Serentak Batola Usai, 11 Perempuan Raih Suara Terbanyak

Merujuk data yang disampaikan oleh Urai, Selasa (6/7/2021), adapun daftar desa yang melangsungkan Pilkades pada tahun 2021 yakni Desa Mangkayahu,  Lok Batung,  Lamida Bawah, Sungai Ketapi.  Kemudian Desa Lingsir, Kusambi Hilir, Kusambi Hulu, Mundar, Ilir Pasar, Lampihong kiri, Lok Panginangan, Lampihong Selatan dan Teluk karya. 

Sementara pada Kecamatan Batu Mandi yakni Mampari, dan Kecamatan Halong ada Desa Halong, Buntu Pilanduk dan Marajai. Kemudian pada Kecamatan Awayan yakni Desa Pematang dan Beramban. 

Dikatakan Urai, pada pelaksanaan Pilkades nantinya akan ada 37 TPS yang dibuka.

Terlebih karena berlangsung di tengah pandemi Covid 19, sehingga ada syarat tertentu untuk TPS. Di antaranya satu TPS tidak boleh lebih dari 500 pemilih. 

Urai juga menekankan untuk pelaksanaan Pilkades para penyelenggara dan warga wajib mematuhi protokol kesehatan. Apalagi tahapan kegiatan akan dipantau langsung oleh pihak kementrian. 

Sebelumnya, Pilkades di Balangan sempat direncanakan pada tahun 2019 lalu. Namun karena pandemi Covid 19, sehingga ditunda hingga tahun 2021 ini. 

Baca juga: Dinas PMD Kabupaten Balangan Siapkan Pilkades Serentak di Tengah Keterbatasan Anggaran

Sebut Urai, adanya pandemi secara tidak langsung juga mengubah teknis penyelenggaraan. Di antaranya perlu penambahan TPS dan penambahan panitia serta kelengkapan protokol kesehatan. 

Lantas, untuk penyelenggaraan Pilkades tahun ini, pihaknya pun mengusulkan anggaran senilai kurang lebih Rp 1,3 M.  Dimana jumlah tersebut dua kali lipat dibanding anggaran semula yang berkisar Rp 700 juta. 

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved