Berita HSU

Pedagang Sepeda Motor di Amuntai Banyak dari Luar Kabupaten HSU

Tempat jual sepeda motor bekas semula di kawasan Lapangan Pahlawan Amuntai, dipindah ke Sungai Malang, Amuntai, Kabupaten HSU. Penjual dari luar HSU.

Tayang:
Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Tempat penjualan sepeda motor bekas di Kelurahan Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (8/7/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Pasar sepeda motor bekas di Kelurahan Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), sudah dikenal masyarakat.

Menurut Sulaiman, salah satu Pedagang Sepeda Motor bekas, dirinya sudah berjualan di Kota Amuntai, Kabupaten HSU, ini sejak 2003.

Sebelumnya, pasar sepeda motor bekas berada di sekitar Lapangan Pahlawan Amuntai. Kemudian, direlokasi ke bahu jalan kawasan Kelurahan Sungai Malang. Pasar sepeda motor bekas di beberapa kabupaten memang ada.

"Namun di pasar sepeda motor bekas lebih besar dan terkenal, sehingga pedagang yang berjualan di sini bukan hanya dari Kabupaten HSU melainkan juga dari kabupaten lain," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (8/7/2021).

Meskipun berjualan di bahu jalan, namun dirinya mengatakan tidak ada gangguan pada arus lalu lintas karena  warga juga sudah mengetahui tentang adanya pasar tersebut.

Baca juga: Jalan Nasional Tabalong-HSU Alami Kerusakan, Bupati Anang Sebut Pemerintah Tak Tinggal Diam

Baca juga: Siring Dibangun Dekat Jembatan Paliwara Kabupaten HSU, Warga Berharap Tak Terjadi Longsor

Ruas jalan yang cukup lebar, sehingga meskipun digunakan untuk berjualan di kanan dan kiri, tetap ada ada ruang untuk kendaraan roda 4 melintas dan tidak terganggu meski berselisihan. 

"Untuk calon pembeli biasanya diarahkan memarkir kendaraan ke tempat parkir yang disediakan, yaitu arah menuju objek wisata Candi Agung. Tujuannya, supaya para pembeli tidak memarkir kendaraan di pinggir jalan yang berdampak pada penggunaan bahu Jalan terlalu lebar," beber Sulaiman.

Di tempat parkiran juga terdapat penjaga, sehingga calon pembeli bisa memarkir sepeda motornya dengan aman dan bisa memilih kendaraan yang akan dibeli dengan berjalan kaki. 

Masih kata Sulaiman, dalam satu hari bisa menjual satu hingga empat unit sepeda motor.  Jumlah ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19.

"Biasanya pada tahun ajaran baru seperti saat ini banyak warga yang mencari sepeda motor bekas untuk anaknya bersekolah. Tapi karena saat ini proses belajar mengajar masih dilakukan di rumah, jadi jumlah pembeli juga ikut menurun," imbuhnya.

Baca juga: Narkoba Kalsel, Simpan Sabu, Warga Tabalong Dicocok Polres HSU

Baca juga: Portal Bakal Dibangun, Cegah Angkutan Bermuatan Berat Masuk Kota Amuntai Kalsel

Akad jual beli yang dilakukan juga terpercaya hanya sepeda motor yang disertai dengan surat-menyurat lengkap yang dijual di pasar ini.

Mengenai sepeda motor yang dijual, Sulaiman mengatakan, dirinya mendapatkan dari beberapa warga. Kemudian diperbaiki dan dibersihkan, sebelum dijual kembali. 

Selain menjual sepeda motor bekas, di area ini juga ada yang menjual sepeda kayuh bekas berbagai jenis, baik sepeda anak-anak maupun sepeda gunung, hingga sepeda ontel. 

Pasar buka Senin dan Kamis sejak pukul 9.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita, menjadi salah satu pusat pertukaran ekonomi yang cukup besar di Kabupaten HSU.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved