Breaking News:

Wabah Corona di Kalteng

PPKM Mikro Palangkaraya, Petugas Akan Bubarkan Kerumunan Lebih dari Tiga Orang

Pelaksanaan pembatasan, terus dilakukan oleh petugas yang bergerak di lapangan terkait kebijakan Wali Kota Palangkaraya

Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Personel Polresta Palangkaraya dan tim lainnya saat melakuka patroli keliling untuk menegakkan aturan pembatasan kegiatan masyarakat setelah keluarnya surat edaran Wali Kota Palangkaraya untuk kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Wali Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Fairid Naparin, mengeluarkan surat edaran menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri no 17/2021 tentang tata cara pembatasan kegiatan masyarakat yang harus ditaati.

Saat ini Kota Palangkaraya masuk level 4 zona risiko tinggi penyebaran covid-19.

Surat edaran (SE) Wali Kota Palangkaraya nomor 368/01/VII/2021 Satgas Covid-19/ BPBD/ tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis mikro dan memaksimalkan posko penanganan Covid-19 dan percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tingkat kelurahan di Kota Palangkaraya yang dikeluarkan, sejak, Kamis (8/7/2021) siang.

Pelaksanaan pembatasan, terus dilakukan oleh petugas yang bergerak di lapangan terkait kebijakan tersebut.

Baca juga: Forkopimda Kalteng Turun ke Lapangan Tertibkan Protokol Kesehatan di Palangkaraya

Baca juga: Polairud Kalteng Layani Vaksinasi Covid-19 Warga Bantaran Sungai Kahayan Palangkaraya

Kapolresta Palangkaraya, Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, memerintahkan personelnya langsung bergerak melakukan pemantauan menegakkan aturan.

Kapolres menegaskan, dia sudah berkoordinasi dengan Wali Kota untuk penjelasan surat edaran tersebut, salah satunya tentang pembubaran kerumunan jika ada warga yang berkerumun lebih dari tiga orang agar dibubarkan.

"Bagi yang berkerumun di atas pukul 20.00 wib juga harus dibubarkan, ini diantara aturan yang harus ditegakkan," ujarnya, Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Jasad Bocah Perempuan yang Tenggelam di Sungai Simpang Jelai Banjarmasin Ditemukan

Kapolres menegaskan, pihaknya sebagai garda terdepan yang akan berhadapan dengan masyararakat sehingga harus bisa menjelaskan aturan tersebut.

"Pedagang kuliner boleh berjualan dan pembeli boleh makan di tempat hingga pukul 17.00 wib, sedangkan setelah itu sampai pukul 20.00 wib, hanya melayani, dibungkus bawa pulang," ujarnya.

Kapolres menegaskan, jika menemukan ada pelanggan yang makan di warung di atas pukul 17.00 wib, kursinya diambil letakkan di atas meja makan dengan posisi terbalik.

"Bagi warung makan atau restoran yang melayani makan di tempat di bawah pukul 17.00 wib, maksimal hanya boleh menyediakan kursi 25 persen dari jumlah kursi yang ada," tegasnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved