Breaking News:

Proses Panen Rotan Petani Batola

VIDEO Melihat Panen Rotan, Bahan Kerajinan yang Bernilai Ekonomis

Ada usaha keras para petani rotan yang harus berjuang untuk mendatangkan rotan ke perusahaan atau tangan pengrajin.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Sebagian kita tidak asing lagi dengan berbagai kerajinan tangan berbahan utama rotan, seperti tas, karpet, topi, serta berbagai perabot rumah tangga tradisional.

Kerajinan tangan dari tumbuhan yang menjalar in memiliki harga yang ekonomis yang baik, karena alami, tahan lama, ramah lingkungan dan memiliki nilai tersendiri di mata peminatnya.

Dibalik itu semua, ternyata ada usaha keras para petani rotan yang harus berjuang untuk mendatangkan rotan ke perusahaan atau tangan pengrajin.

Seperti yang dilakukan Ipin (60), ia rutin memanen rotan dalam rentang waktu tiga atau empat tahun sekali di lahan warisan keluarganya.

Baca juga: VIDEO Cermin Rotan Paling Laris Dijual di Pasar Amuntai Kabupaten HSU

Baca juga: Video Pedagang Hewan Kurban di Banjarmasin Ini Persiapkan 75 Ekor Kambing untuk Idul Adha

"Biasanya setiap tiga tahun atau lebih lamanya, baru bisa dipanen. Kerjaan ini dilakukan di samping usaha lain, yakni bertani," ucap Ipin.

Hal tersulit dari proses panen adalah membersihkan duri unak yang membalut seluruh batang rotan yang masih tumbuh di hutan.

Belum lagi posisi batang rotan yang melilit dan menggumpal di atas pohon, tentunya memerlukan kesabaran dan tenaga ekstra untuk bisa mengumpulkannya.

"Pertama kita tarik, durinya dibersihkan, kemudian dipotong sesuai ukuran dan direndam ke air sungai hingga dibeli tengkulak," papar Ipin.

(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved