Idul Adha 2021

Hasil Sidang Isbat Kemenag, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2021 Berbarengan Muhammadiyah

Hasilnya pemerintah RI menetapkan Idul Adha 1442 H, Selasa (20/7/2021).Ketetapan ini menjadikan Idul Adha 2021 seragam dengan Muhammadiyah.

Tayang:
Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
allwishquotes.com
NIAT dan Cara Sholat Idul Adha 10 Dzulhijah, Ini Waktu yang Tepat Memotong Hewan Kurban 

Posisi Bulan Akhir Zulqaidah Di Atas Kriteria MABIMS

Kementerian Agama menggelar Sidang Isbat (penetapan) Awal Zulhijah 1442 H /2021 M.

Rangkaian Sidang Isbat yang digelar secara dalam jaringan (daring) ini diawali dengan pemaparan posisi hilal oleh Profesor Riset Astronomi Astrofisika  Lembaga Penerbangan dan Atariksa Nasional (LAPAN) Thomas Jamaluddin. 

Thomas, yang juga merupakan anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementerian Agama menyampaikan, secara astronomi posisi bulan pada akhir Zulqaidah yang bertepatan dengan hari Sabtu, 10 Juli 2021 telah berada di atas ufuk. 

Baca juga: Niat Shalat Rawatib Qobliyah dan Badiyah, Ini Keutamaan Sunah Sebelum dan Sesudah Shalat Wajib

Ia menjelaskan bahwa posisi bulan saat maghrib akhir 29 Zulqaidah/ 10 Juli 2021, telah memenuhi kriteria 2 derajat yang selama ini disepakati oleh sebagian besar ormas Islam dan menjadi rujukan Taqwin Standar Indonesia. 

"Ijtimak terjadi pada hari Sabtu, 10 Juli 2021 sekitar pukul 01:16 GMT atau 08:16 WIB. Meskipun kita lihat, bahwa posisi hilal ini masih sangat tipis, tapi sudah berada di atas 2 derajat," ungkap Thomas, Sabtu (10/7/2021). 

"Namun, biasanya di Indonesia, jika sudah berada di atas dua derajat ada saja peruqyah yang bisa melihat hilal dan bersedia untuk disumpah, sehingga hal ini memenuhi kriteria syar’i," imbuhnya. 

Ilustrasi penyembelihan dan pembagian daging kurban Idul Adha.
Ilustrasi penyembelihan dan pembagian daging kurban Idul Adha. (Kolase TribunStyle (TribunSolo/Chrisnha Pradipha, ThinkStockPhotos)

Diketahui bahwa pada saat ijtimak, Sabtu 10 Juli 2021, pukul 01:16 GMT atau 08:16 WIB, tinggi hilal antara 2,4 derajat sampai 4,2 derajat.

Ini sudah memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Yaitu, tinggi hilal minimal 2 derajat, elongasi bulan ke Matahari minimal 3 derajat atau umur hilal minimal 8 jam.

Thomas menjelaskan, ijtimak merupakan peristiwa di mana Bumi dan Bulan berada di posisi bujur langit yang sama, jika diamati dari Bumi. 

Ijtima terjadi setiap 29,531 hari sekali, atau disebut pula satu bulan sinodik.

Pada saat sekitar ijtimak, bulan tidak dapat terlihat dari bumi, karena permukaan bulan yang tampak dari bumi tidak mendapatkan sinar matahari, sehingga dikenal istilah Bulan Baru.

Baca juga: Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban, Simak Pula Amalan Sunnah Jelang Hari Raya Idul Adha 2021

Pada petang pertama kali setelah ijtimak, bulan terbenam sesaat sesudah terbenamnya matahari. Ijtimak merupakan pedoman utama penetapan awal bulan dalam Kalender Qomariyah.

Saat ini, Kementerian Agama telah menurunkan tim rukyatul hilal di 88 titik di Indonesia. 

Mereka bertugas untuk melihat posisi hilal dan melaporkan hasil pengamatannya sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved