BTalk
BTalk : Cantik dengan DNA Salmon
Tampil cantik dan tidak terlihat tua sebelum waktunya. Lagi tren sekarang ini menggunakan DNA salmon.
Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Menjadi tua itu pasti. Tapi bisa ditunda sehingga penuaan dini bisa tertangani. Banyak teknologi bisa dilakoni untuk bisa menjadi glowing.
Tampil cantik dan tidak terlihat tua sebelum waktunya. Lagi tren sekarang ini menggunakan DNA salmon.
Berbahayakah menggunaman DNA ini untuk mempercantik diri. Seberapa jauh dampaknya. Betulkah memang bisa menunda penuaan dini? Apa ada dampaknya di kemudian hari?
Segala hal tentang suntik DNA salmon ini dibahas di acara BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Selasa (13/7) pukul 16.00 Wita bersama narasumber dr Erika Dewi Essary, SpKK.
Baca juga: BTalk, Bincang tentang Buku Sihir Gawai Gawai Karya Rektor UIN Antasari Mujiburrahman
Baca juga: BTalk Religi, Kriteria Aliran Sesat Menurut Majelis Ulama Indionesia
Baca juga: BTalk, Kata Psikolog dari Universitas Lambung Mangkurat Kalsel tentang Nikah Muda
Menurut Erika, sebagaimana diketahui bahwa ikan salmon dikenal punya nilai gizi yang tinggi sehingga menjadi konsumsi favorit di negara luar.
"Daging ikan salmon mengandung omega 3 dan anti oksidan yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kulit," ujarnya.
Diceritakan Erika bahwa terapi kulit dengan DNA salmon ini bermula di Korsel sebelum 2010. Saat itu sekelompok orang diteliti dengan digosokan DNA Salmon pada kulit tangan mereka.
"Setelah beberapa waktu ternyata terjadi elastisitas dan kelembaban yang baik pada kulit orang yang diteliti," jelasnya.
Lebih lanjut DNA salmon diteliti lagi dan hasilnya ternyata ada kemiripan DNA dengan manusia. Setelah melakukan serangkaian penelitian kemudian barulah DNA salmon mulai disuntikan sebagai terapi kulit dan menjadi popular setelah ada publikasi pada jurnal dunia di tahun 2010.
Manfaatnya sangat beragam untuk kesehatan dan penampilan kulit wajah. Injeksi sperma salmon dbermanfaat mengecilkan pori-pori, mengurangi munculnya garis-garis halus dan kerutan, meratakan warna kulit, dan menyeimbangkan produksi minyak.
"Jadi manfaatnya untuk kulit adalah anti aging, meremajakan kulit dan membuat glowing atau cerah, terutama pada kulit wajah," papar Erika.
Injeksi utama pada perawatan kecantikan ini biasa disebut Polynucleotides (PN) atau Polydeoxyribonucleotide (PDRN). Keduanya sama saja tapi bedanya adalah sumber pengambilan DNA. PN adalah DNA bersunber dari testis sedangkan PDRN adalah DNA bersumber dair sperma salmon.
"Saat ini banyak pasien yang mencoba metode baru ini. Alasannya ada yang tidak cocok atau berefek samping jika menggunakan terapi lain, ada juga yang ingin mencegah keriput," tukas Erika.
Mengenai proses injeksi, tahapannya adalah pasien dibius lokal antara 30-40 menit. Setelah itu dilakukan penyuntikan ke bagian kulit di wajah, hanya sekali suntik.
Setelah disuntik akan muncul bentol-bentol di wajah. Proses penyuntikan memerlukan waktu sekitar 20 menit. Jadi total proses sekitar 1 jam.