Breaking News:

Pinjol Ilegal

Hati-hati, 172 Pinjol Ilegal Ditutup Satgas Waspada Investasi pada Juli 2021, Ini Daftarnya

172 Pinjaman Online ( Pinjol) ilegal ditutup Satgas Waspada Investasi (SWI) pada Juli 2021. Aplikasi pinjol ilegal itu beredar secara digital

KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI
Penggerebekan kantor pinjaman online ilegal di Mall Pluit Village, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (23/12/2019). Hati-hati, 172 Pinjol Ilegal Ditutup Satgas Waspada Investasi pada Juli 2021, Ini Daftarnya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA -Sebanyak 172 Pinjaman Online ( Pinjol) ilegal ditutup Satgas Waspada Investasi (SWI) pada Juli 2021. Aplikasi pinjol ilegal itu beredar secara digital melalui penawaran lewat SMS, aplikasi gawai dan di internet.

Dengan penutupan itu, masyarakat pun diimbau kian waspada. Jangan sampai menggunakan jasa pinjol ilegal jika tidak ingin menyesal di kemudian hari.

DIketahui, penutupan itu dilakukan SWI lantaran keberadaan pinjol ilegal ini berpotensi merugikan masyarakat. Selain bunga dan tenggat pinjaman yang tidak transparan, juga ada ancaman dan intimidasi dalam penagihan.

Dilansir dari kontan.co.id, Ketua SWI Tongam L Tobing menyampaikan, kesepakatan para anggota SWI untuk semakin memperketat ruang lingkup pelaku kejahatan pinjaman online ilegal dengan menggunakan kewenangan di masing-masing kementerian dan lembaga.

Baca juga: Waspada Uang Pinjol Tiba-tiba Masuk Rekening, Ini yang Disarankan OJK

Baca juga: Awalnya untuk Beli Susu Anak, Guru Honorer di Semarang Terjerat Pinjol Rp 206 Juta, Selalu Diteror

Sekadar informasi, sejak tahun 2018 hingga Juli 2021, SWI sudah menutup 3.365 fintech lending ilegal.

“SWI mendorong penegakan hukum kepada para pelaku pinjaman online ilegal ini, karena pemblokiran situs dan aplikasi tidak menimbulkan efek jera dari pelaku kejahatan ini. Pinjol ilegal ini persoalan bersama yang harus kita berantas bersama-sama untuk melindungi rakyat,” kata Tongam dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Rabu (14/7).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Helmy Santika menambahkan, pihaknya akan mengungkap kasus-kasus perkara pinjaman online ilegal yang berasal dari temuan SWI ataupun dari laporan masyarakat.

"Bareskrim akan terus menjawab keresahan masyarakat dengan cara mengungkap kasus-kasus perkara pinjol ilegal ini,” kata Helmy.

Menurut dia, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri secara intensif berkoordinasi dengan OJK, PPATK, perbankan, dan Dittipisiber Bareskrim untuk melakukan analisis dan penyelidikan tentang pinjol ilegal ini.

Helmy menyebut, kasus pinjol ilegal yang diungkap Dittipideksus Bareskrim baru-baru ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat, sekaligus menjadi pendorong kepada jajaran Kepolisian untuk lebih responsif menjawab keresahan masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing
Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing (banjarmasinpost.co.id/m maulana)
Halaman
1234
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved