Breaking News:

Berita Kalteng

Ingatkan Pengendara Waspada Banjir, Polres Lamandau Kalteng Pasang Peringatan di Trans Kalimantan

Banjir di kawasan Desa Penopa, Kecamatan Lamandau, Kalimantan Tengah terjadi hampir setiap tahun terutama saat air sungai pasang

Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
polres lamandau
Petugas Satlantas Polres Lamandau Kalimantan Tengah, saat memasang plang pengumuman waspada banjir 

BANJARMASINPOST.CO.ID, NANGABULIK - Jalur Trans Kalimantan di Desa Penopa, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah menuju ke Kalimantan Barat, sejak Kamis (15/7/2021) sampai Jumat (16/7/2021) masih terendam air akibat luapan sungai yang ada disekitarnya.

Banjir di kawasan ini rutin terjadi hampir setiap tahun terutama saat air sungai pasang dan hujan yang mengguyur dengan intensitas tinggi.

Parit yang ada tidak mampu menampung sehingga air meluber ke jalan trans kalimantan.

Pengendara yang melintasi titik banjir pada ruas Jalan Lintas Trans Kalimantan dari Kabupaten Lamandau menuju Perbatasan Kalteng dan Kalbar di Desa Penopa Kecamatan Lamandau, diminta berhati-hati, karena jalan yang terendam banyak lubang, rawan mengakibatkan kendaraan terjebak.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalteng: Warga Isolasi Mandiri di Palangkaraya Rumahnya Dipasangi Stiker

Baca juga: Antisipasi Membludaknya Pasien Covid-19, Hotel Aman Palangkaraya Jadi Rumah Sakit Darurat

Satuan Lalu Lintas Polres Lamandau memasang spanduk peringatan agar pengendara mewaspadai banjir yang terjadi di lokasi tersebut.

"Desa Penopa memang merupakan wilayah rawan banjir, sehingga kami pasang spanduk pemberitahuan agar pengendara yang melintas bisa berhati-hati,” ujar Kasat Lantas Polres Lamandau AKP R. Endro.

Dia berharap, dengan pemasangan spanduk pemberitahuan tersebut, pengendara yang lewat berhati-hati.

Baca juga: Jelang Idul Adha, Petugas Gabungan Pantau Kondisi Harga dan Stok Sembako di Pasar Tanjung Tabalong

Sementara itu, sejumlah pengendara yang lewat mengatakan, luapan air belum terlalu parah seperti banjir sebelumnya.

"Tapi jika hujan terus turun dengan lebat dan debit air sungai tinggi, ketinggian air yang merendam jalan semakin tinggi, seperti tahun lalu, sehingga harus benar-benar waspada lewat jalur ini," ujar H Hujaifah Warga Palangkaraya yang sempat lewat jalur tersebut.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved