Breaking News:

Berita Banjar

Arang Briket Batok Kelapa Alternatif Bahan Bakar Warga Astambul

Desa Pingaran Ilir di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), adalah sentra perajin makanan olahan.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid
Husna, Ketua RT 5 senang karena mahasiswa ULM mengajari warga Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul cara membuat arang briket dari bahan batok kelapa di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel, Minggu (18/7/2021) 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Desa Pingaran Ilir di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), adalah sentra perajin makanan olahan.

Itu karena disetiap rumah terdapat pengolahan makanan jaring atau jengkol rebus, kerupuk gandum yang memerlukan bahan bakar.

Inovasi memanfaatkan limbah sisa batok kelapa menjadi arang briket sebagai bahan bakar alternatif sangat diapresiasi tokoh masyarakat Desa Pingaran Ilir.

Husna, Ketua RT 5 Desa Pingaran Ilir, mengaku sangat semangat menemani tiga mahasiswa mengajari warganya, Minggu (18/7/2021).

Baca juga: Mahasiswa ULM Ajari Pelaku Usaha di Astambul Banjar Bikin Arang Briket

Baca juga: KUNCI Jawaban Soal Kelas 3 SD Tema 6 Halaman 138-142, Ayo Membaca Briket Sebagai Pengganti BBM

Baca juga: Kadin Tala Perkenalkan Briket Arang, Begini Respons Pelaku Usaha

Baca juga: Perbaiki Taraf Hidup Perajin Arang, Pengusaha Tala Ini Berencana Bangun Pabrik Briket

Itu kareba cara membuat arang briket dari bahan batok kelapa, belum dikenal dan familiar dilakukan warganya.

Ternyata caranya sangat mudah, batok kelapa dibakar, dihaluskan, disaring menjadi debu, dicampur dengan tepung kanji, dicetak, kemudian dijemur sudah menjadi arang briket.

Menurut Husna, selama ini batok kelapa dijual kepada pengumpul. Setelah terkumpul satu karung batok kelapa itu dijual dengan harga Rp 500 per kilogram.

Selama ini, kelapa sangat diperlukan pelaku usaha makanan olahan jenis lalaan untuk campuran makanan jaring atau petah.

Sebelum warga Desa Pingaran Ilir tidak mengetahui manfaat dari batok kelapa dijual lebih mahal setelah diolah menjadi arang briket.

"Pelaku usaha disini memasak juga menggunakan kayu karet sebagai bahan bakarnya," katanya.

Muhammad Saupi, mengaku pernah melakukan uji coba menggunakan arang briket dari bahan batok kelapa.

"Susah pernah diujicoba, sekitar 20 menit lebih cepat menghasilkan panas dibanding menggunakan kayu karet," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved