Breaking News:

Berita Banjarbaru

VIDEO Tak Miliki Gudang Obat, RSJ Sambang Lihum Terpaksa Simpan di Ruangan Lain

Sejak diusulkan 2018 hingga kini RSJ Sambang Lihum belum bisa merealisasikan gudang obat untuk penyimpanan obat bagi pasien.

Penulis: Milna Sari | Editor: Edi Nugroho

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak diusulkan 2018 hingga kini RSJ Sambang Lihum, Kalimantan Selatan, belum bisa merealisasikan gudang obat untuk penyimpanan obat bagi pasien.

"Kemarin sempat Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tapi kena refocussing jadi pembangunan gudang obat untuk RSJ Sambang Lihum belum bisa terealisasi," ujar Kepala bidang penunjang medik RSJ Sambang Lihum, H Rudi, Rabu (21/7/2021).

Gudang obat, jelas Rudi, tergolong mendesak. Pasalnya saat ini rumah sakit terpaksa menyimpan obat-obatan di beberapa tempat terpisah. Obat-obatan saat ini tambahnya disimpan di ruang laboratorium, IPSRS, hingga ruang pelayanan anak dan remaja.

Meski sudah melakukan penyimpanan standar dengan pengaturan suhu, namun ujarnya, perlu gudang obat sentral. Tujuannya, supaya lebih memudahkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga: Kawanan Monyet Serang RSJ Sambang Lihum, Rusak Kendaraan Karyawan

Baca juga: Belasan Jam Evakuasi Dua ODGJ ke RSJ, Dinsos Tala Sarankan Warga Melaporkan ke Sini

Baca juga: VIDEO KADIN se Kalimantan Dukung Arsjad Rasjid Pimpin KADIN periode 2021-2026

"Kemarin sudah dianggarkan sekitar Rp 2 miliar untuk gudang obat RSJ Sambang Lihum," imbuhnya.

Dengan adanya ruang khusus tersebut, ruang pelayanan lain yang saat ini dimanfaatkan untuk penyimpanan obat bisa dimaksimalkan untuk pelayanan.

Pada dasarnya jelas Rudi, RSJ Sambang Lihum juga meminta pembangunan IGD lanjutan. Namun gudang obat menjadi yang lebih mendesak saat ini.

Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalsel yang juga membidangi Kesehatan, H Iberahim Noor, mengungkapkan harapannya agar keperluan RSJ Sambang Lihum itu bisa segera terpenuhi.

"Mudah-mudahan dalam perubahan APBD Kalsel 2021, jika memungkinkan. Namun tidak menutup kemungkinan pula bantuan dari pemerintah pusat," ujarnya.

Tetapi paling tidak, ujarnya, pada APBD Kalsel tahun 2022 bila anggaran memungkinkan.

"Kita masih dalam kondisi pandemi COVID-19, cukup mempengaruhi terhadap keuangan daerah," tambah Iberahim Noor.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna sari).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved