Berita Banjarbaru

Relawan Antar Makanan dari Dapur Umum di Komet Raya Banjarbaru ke Rumah Warga Isoman

Alumni SMPN 2 Banjarbaru dan warga Jalan Komet Raya Mentaos Banjarbaru dirikan dapur umum, memasak makanan untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/KHAIRIL RAHIM
Relawan dari alumni SMPN 2 Banjarbaru, dibantu masyarakat Jalan Komet Raya, Kelurahan Mentaos, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (29/7/2021), membuka dapur umum yang menyediakan makanan dikhususkan untuk warga yang menjalani isoman, Kamis (29/7/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), membawa banyak kisah sedih bagi masyarakat setempat.

Selain karena banyak yang terpapar hingga menjalani isolasi mandiri (isoman) maupun di rumah sakit, juga ada yang sampai meninggal dunia.

Namun di balik itu semua, ada juga cerita menginspirasi yang dilakukan sebagian orang yang peduli dengan warga  yang terpapar dan terisolasi di rumah masing-masing.

Mereka tergerak membagikan makanan, sampai di depan rumah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Tidak hanya kelompok, tapi ada juga perorangan dan juga pedagang makanan. Mulai dari nasi bungkus pedagang bakso hingga pedagang mi ayam, mengrimkan makanan kepada yang memerlukan.

Baca juga: Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kalsel dan PCNU Banjarbaru Buka Dapur Umum Bantu Warga Isoman

Seperti sejumlah relawan dari alumni SMPN 2 Banjarbaru, dibantu warga di Jalan Komet Raya, Kelurahan Mentaos, membuka dapur umum yang dikhususkan untuk menyediakan makanan bagi pasien isoman

Setiap hari, mereka memasak dan kemudian menyalurkan makanan kepada yang memerlukan.

Seorang sukarelawan, Dony, mengatakan, dapur umum di Jalan Komet Raya Mentaos Banjarbaru ini muncul setelah kasus Covid-19 cukup tinggi yang menginfeksi sekitar 400 warga dalam satu bulan ini.

Ditambah adanya kebijakan PPKM Level 4 di Kota Banjarbaru, banyak kejadian pasien isoman yang masih keluar rumah guna memperoleh keperluan sehari-hari.

"Maka dari itulah, inisiatif membuka dapur umum ini muncul. Adanya dapur umum ini, warga yang menjalani isolasi mandiri bisa benar-benar tinggal di rumah dan menerima makanan jadi untuk dikonsumsi ," kata dia.

Camat Lianganggang, Adriannoor Rivai, meninjau dapur umum dari Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru, Kamis (29/7/2021).
Camat Lianganggang, Adriannoor Rivai, meninjau dapur umum dari Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru, Kamis (29/7/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA)

Dalam sehari, relawan dari dapur umum ini mampu mengolah dan mengantarkan 200 paket kepada warga yang menjalani isoman.

Untuk menu makanan, setiap hari tergantung pada kesediaan bahan. Kebanyakan, bahan sayuran, lauk pauk, dan beras, berasal dari dermawan.

Hingga kini, dapur umum terus membuka donasi bagi siapapun yang ingin menyumbang, baik dalam bentuk sembako maupun yang lainnya.

Distribusinya, Deni menjelaskan, biasanya setelah selesai masak pukul 12.00 Wita, makananpun diantar ke kediaman pasien isoman

"Data, kami minta ke tim satgas dan juga kelurahan-kelurahan, sehingga data benar benar valid dan sesuai sasaran," sambung dia.

Baca juga: Puluhan Relawan untuk Menangani Pasien Covid-19 di Banjarmasin Siap Diturunkan

Baca juga: PPKM Level 4 di Banjarbaru Mulai Diperketat, Tim Gabungan Giat Pagi dan Sore Periksa Pengendara

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved