Berita Banjarbaru

Menko PMK RI Tinjau Obat Dan Ketersedian Oksigen di PT Samator Gas Industri

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI), Prof. Dr Muhadjir Effendy, MAP lakukan kunjungan kerja ke PT

Penulis: Siti Bulkis | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis
Menko PMK RI, Prof. Dr Muhadjir Effendy, MAP di dampingi Pj Gubenur Kalsel Safrizal ZA dan General Manajer PT Samator Gas Industri, Yudhy Hermawan meninjau ketersedian oksigen, 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI), Prof. Dr Muhadjir Effendy, MAP lakukan kunjungan kerja ke PT Samator Gas Industri Jalan A Yani Km 23, Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (4/8/2021).

Di dampingi Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel HM Muslim, Kepala Perindustrian Kalsel, Mahyuni dan lainnya. Menko PMK RI disambut General Manager PT Samator Gas Industri, Yudhy Hermawan.

Sesampainya di PT Samator Gas Industri langsung melihat, meninjau persedian oksigen, bahkan Menko turut menyempatkan berbincang dengan beberapa sopir yang membantu mendistribusikan oksigen ke rumah sakit di Kabupaten kota di Kalimantan Selatan.

Muhadjir mengatakan, kunjungan dirinya ke PT Samator guna meninjau serta memastikan persedian oksigen di Kalimantan Selatan dan tengah untuk beberapa hari dan kedepannya nanti tidak mengalami kekurangan stok.

Baca juga: Banyak Muncul Varian Baru Virus Corona, Menko Muhadjir Effendy: Waspadai Covid Baru dari India

Baca juga: Menko PMK Muhadjir Effendy Diundang Jadi Narasumber Talk Show Virtual Dispersip Kalsel

Baca juga: Kunjungi Kalsel, Menko PMK Muhadjir : Eksploitasi Alam Salah Satu Penyebab Banjir Kalsel

Dipaparkannya, memang sebenarnya persedian oksigen masih kurang sekitar 12 ton perhari. "Namun, hal tersebut tergantung bagaimana kita mengatasi kassus covid-19 ini, terutama di Kalsel," paparnya.

Untuk itu, dirinya berharap kasus covid-19 di Kalsel tidak terjadi peningkatan sehingga ketersedian oksigen disini cukup.

"Alhamdulillah, kita mendapatkan bantuan dari negara tetanga Singapur sekitar 20 ton dan iso tank, yang mana iso tank tersebut nantinya bisa digunakan untuk keperluan yang sama. Dan Pj Gubernur juga sudah mengirim kapal angkut untuk mencukupi kebutuhan oksigen ke Konawe," pungkasnya.

Lebih lanjutnya, ia mengapresiasi pemerintah Kalimantan Selatan yang sudah bertanggung jawab berusaha memenuhi kebutuhan oksigen di wilayah ini sembari melakukan antisipasi kemungkinan buruk terjadinya lonjakan kasus covid-19.

Mengingat beberapa rumah sakit sempat mengalami kekurangan pasokan oksigen. Menko PMK RI mengatakan dalam arahannya agar mendistribusikan oksigen ke level bawah yang dalam artian Puskesmas. Puskesmas menurutnya, harus memiliki ketersedian oksigen terutama yang volume enam meter kubik.

"Yang ada tersedia di PT Samator Gas Industri ini sudah ada banyak, tetapi jumlah tersebut masih kurang," ujarnya.

Di kesempatan itu, ia juga menghimbau kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Kalimantan Selatan yang memiliki tabung oksigen agar dipinjamkan dulu kepada produsen maupun vendor untuk dimanfaatkan memenuhi ketersedian oksigen.

Sementara terkait ketersedian obat, Menko PMK RI juga meminta agar diberikan atau di distribusikan terlebih dahulu ke level bawah puskesmas-puskesmas.

"Tujuannya untuk mengurangi fatalitas yang tinggi sebelum ke rumah sakit. Sebab, saat ini ada kecenderungan kematian terjadi sebelum si penderita masuk ke rumah sakit

Usai menyambut kedatangan Menko PMK RI, General Manager PT Samator Gas Industri, Yudhy Hermawan mengatakan, PT Samaor Gas Industri ini memiliki kewajiban menyediakan oksigen khususnya di Kalimantan Selatan.

Seperti yang kita tahu di rumah sakit angka kasus covid-19 mengalami peningkatan, sedangkan ketersediaan oksigen di PT Samator terbatas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved