Berita Balangan
Terima BST dan Beras, Nurhayanti Merasa Terbantu Ringankan Beban Ekonomi Keluarga
Bekerja sebagai penjual pentol keliling di wilayah Paringin, menjadi satu-satunya mata pencaharian Nurhayanti di Kabupaten Balangan.
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN- Bekerja sebagai penjual pentol keliling di wilayah Paringin, menjadi satu-satunya mata pencaharian Nurhayanti di Kabupaten Balangan.
Ia yang tinggal di bersama anak dan suaminya menjadi satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari pemerintah, Jumat (6/8/2021).
Baru-baru ini, Nurhayanti telah berhasil mencairkan bantuan tersebut di Kantor Pos Paringin. Ia mendatangi kantor pos sembari berdagang pentol menggunakan sepeda. Mangkal disana mengais rejeki sekaligus mengambil haknya.
Meski jatah BSTnya sudah diambil, Nurhayanti tetap mendatangi Kantor Pos untuk berdagang pentol. Terlebih pihak Kantor Pos juga telah mendirikan tenda untuk tempat KPM menunggu proses transaksi.
Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang Lagi, Penyaluran BST dan Dana Desa Hingga PKH Serta BLT UMKM Dipercepat
Baca juga: Kantor Pos Amuntai Maksimalkan Penyaluran Bantuan Beras dan BST Kepada Keluarga Penerima Manfaat
Baca juga: BST Kembali Disalurkan, 6.307 KPM di Balangan Menerima Uang Tunai Dua Bulan Sekaligus
Baca juga: Pastikan Tak Ada Pungli, BST Rp 600 Ribu Sudah Cair di Kantor Pos
Rasa syukur karena mendapat BST kembali diungkapkan oleh Nurhayanti. Ia juga mendapat bantuan beras sebanyak 10 kg sebagai warga terdampak pandemi Covid 19.
"Sebelumnya saya juga sudah mendapat bantuan beras dan sekarang mengambil BST yang baru dicairkan," ucap Nurhayanti.
BST yang diterima oleh Nurhayanti untuk dua bulan, yakni Mei dan Juni senilai Rp 600.000. Uang tersebut ucapnya sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Apalagi belakangan penghasilan dagang pentolnya menurun, dari yang perhari Rp 500.000, sekarang hanya berkisar Rp 150.000 hingga Rp 200.000.
"Kalau dibilang meringankan, paling tidak ini membantu penghasilan saya dan menutupi kebutuhan ekonomi keluarga," ungkapnya.
Ia pun berharap, pandemi Covid 19 saat ini segera pulih, karena ia menjadi satu warga yang penghasilan menurun karena wabah tersebut.
(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sejumlah-warga-nampak-menunggu-proses-transaksi-pencairan-bst-as.jpg)