Ekonomi dan Bisnis
Santriwati Ponpes Walisongo Banjarbaru Dapat Bekal Keterampilan Usaha dari GKN Kalsel
di Pondok Pesantren Walisongo Putri, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, santriwatinya mendapat bekal aneka keterampilan kerja dari GKN Kalsel.
Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Menuntut ilmu di pondok pesantren tak hanya bekal ilmu agama yang didapat, tapi juga pengetahuan wirausaha.
Seperti yang dilakukan di Pondok Pesantren Walisongo Putri, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, santriwatinya mendapat bekal aneka keterampilan kerja.
Adalah DPD GKN (Gerakan Kewirausahaan Nasional) Provinsi Kalimantan Selatan yang bekerja sama dengan Ponpes Walisongo Putri menggelar pelatihan wirausaha.
Menurut Isna Alib, Ketua DPD GKN Kalsel, Senin (9/8/2021), sementara ini program diawali di Ponpes Walisongo Putri Kota Banjarbaru. Nantinya dilakukan hal serupa di Ponpes Walisongo Putra dan ponpes lainnya.
"Pelatihan ini tidak sekali, tapi akan kami lakukan berulang sampai peserta bisa," ujar Isna, seraya menambahkan para Instruktur atau mentor pelatihan ini semua dari DPD GKN Kalsel.
Baca juga: Pengurus GKN Kalsel Siap Bekali Santriwati dengan Keterampilan Menjahit
Ada 60-an lebih santriwati yang menjadi peserta pelatihan. Adapun materi pelatihan meliputi menjahit, kuliner, fotografi, editing foto dan lainnya. Semua peserta boleh memilih salah satu keterampilan.
"Tujuan kami memberikan pelatihan adalah agar selama pandemi ini para santriwati yang notabene tidak keluar pondok dapat punya pengetahuan baru. Ada bekal keterampilan supaya nanti bisa membuka usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan," papar Isna.
Program ini berkesinambungan dan jika nanti GKN Kalsel sudah selesai memberikan pelatihan maka para peserta yang sudah punya keterampilan tadi dapat menjadi mentor bagi rekan-rekannya di pondok.
"Ada rotasi ilmu, yang sudah bisa mengajarkan kepada yang belum tahu. Itu seperti yang kami lakukan selama ini di GKN Kalsel," terang Isna.
Sebagai Inkubator, GKN Kalsel memang berupaya menciptakan wirausaha muda mandiri. Bahkan ke depan progran semacam ini dibagikan ke DPC agar mereka bisa turut melaksanakan di daerah masing-masing.
Baca juga: Permintaan Singkong Menurun, Tak Dipanen Singkong Petani Desa Tungkaran Banjar Digerogoti Hama Tikus
Baca juga: VIDEO Harga Bawang Merah dan Cabai Caplak Merangkak Naik di Pasar Bauntung Banjarbaru
Isna sendiri punya rumah kreatif yang ia kelola dan berkolaborasi dengan GKN. Banyak ragam pelatihan usaha di sana. Terkini mereka bahkan dapat proyek membuat 400 jaket sasirangan printing.
"Di rumah kreatif, ini menjadi pekerjaan bagi pemula. Jadi mereka tak hanya latihan tapi juga ada kerjaan yang bisa menjadi pengalaman untuk kerja mandiri," tandasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/latihan-keterampilan-untuk-santriwati-di-ponpes-walisongo-banjarbaru-08082021.jpg)