Ekonomi dan Bisnis

PPKM Level 4 Diperpanjang, Hotel di Banjarmasin Ini Berlakukan Cuti Tak Berbayar

Peperpanjangan PPKM Level 4 kini memaksa manajemen hotel di Banjarmasin memberlakukan cuti tak berbayar

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
istimewa
Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Peperpanjangan PPKM Level 4 menjadi pukulan  berat yang harus dihadapi pihak perhotelan di Kalimantan Selatan, bahkan kebijakan sulitpun harus dilakukan dengan merumahkan karyawan dan tidak dibayar (gaji). 

Dessy Nathalia Hawinie, Executive Secretary & Marcom  Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin, mengatakan, adanya perpanjangan PPKM membuat mereka harus mengikuti surat edaran dari walikota.

PPKM yang berkepanjangan ini berimbas bagi hotel, beberapa meeting dan group jadi postponed acaranya di hotel.  ada juga wedding yang  harus tertunda.

"Saat ini untuk restoran cuma terima take away," katanya.

Baca juga: Perkawinan dan Rapat Dinas di Hotel Dibatalkan BPBD Banjarbaru Selama PPKM Level 4

Baca juga: Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru Tak Menerima Tamu Isoman, Pastikan Setiap Kamar Steril

Baca juga: Antisipasi Membludaknya Pasien Covid-19, Hotel Aman Palangkaraya Jadi Rumah Sakit Darurat

Bahkan pihak hotel juga terpaksa mulai memberlakukan cuti tidak berbayar secara bergantian kepada semua karyawan sejak minggu ini. 

Harapannya PPKM yang diperpanjang ini bisa berdampak baik untuk penurunan kasus positif di Kalsel dan Banjarmasin khususnya jadi bisnis bisa kembali berjalan dengan baik.

"Setelah PPKM berakhir semoga kondisi operasional hotel juga kembali pulih," harapnya. 

Menurut Friendy Ignatius Rares, Executive Asst Manager Mercure Banjarmasin, PPKM kembali diperpanjang merupakan pukulan berat bagi bisnis seperti perhotelan yang pastinya tidak mudah untuk dilalui. 

"Kondisi ini persis seperti Covid pertama kali berdampak ke ekonomi pada tahun lalu. Belum sempat recovery dari kejatuhan kemarin, sudah datang gelombang kedua yang bisa dibilang lebih berat," ujarnya. 

Tidak ada lain yang bisa dilakukan selain berusaha men-support semaksimal mungkin agar kebijakan ini bisa efektif dan memberikan dampak positif kedepannya yaitu menurunkan intensitas penyebaran covid-19 sesegera mungkin. 

Dalam kondisi sekarang, hotel tetap bisa bertahan namum semua aspek diperhitungkan dengan sangat hati-hati. Penurunan pendapatan yang signifikan mau tidak mau harusnya dibarengi dengan penurunan biaya operasional. 

"Tapi fokus utama saat ini adalah memastikan kualitas pelayanan kami terutama aspek kesehatan, kebersihan, keamanan dan keselamatan tamu dan juga semua karyawan tetap terjaga dengan baik," tukasnya. 

Walaupun kondisi yang sulit sekarang ini, mereka juga tidak sampai harus merumahkan karyawan, karena hal tersebut merupakan keputusan yang paling sulit dan paling berat untuk diambil. Pihak hotel saat ini masih yakin ada peluang bisnis kecil yang mereka punya. 

"Kami berusaha untuk memaksimalkan segala peluang yang ada dan berusaha mempertahankan perusahaan ini agar tetap berjalan. Kami berusaha optimis dengan keadaan ke depan yang pastinya akan lebih baik apabila covid ini membaik," yakin Friendy.

Namun tidak ditampiknya bahwa jika situasi tetap memburuk, tidak menutup kemungkinan untuk semua karyawan bisa dirumahkan, bahkan mungkin operasional ditutup sementara. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved