Ekonomi dan Bisnis
VIDEO Selada Hidroponik di Banjarbaru Stabil di Harga Rp 30 Ribu Per Kilogram
Siswa SMKPP Negeri Banjarbaru pengarap sayur hidroponik jenis selada menjual Rp 30 ribu Per kilogramnya ke pelanggan, outlet, resller supermarket.
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Harga selada hidroponik di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), mencapai Rp 30 ribu per kilogram.
Seperti dijelaskan siswa SMKPP Negeri Banjarbaru, Valda Raditya, harga jenis sayur tersebut cukup stabil.
"Pemasaran dilakukan langsung ke pelanggan, penjual di outlet, serta penjualan ke reseller untuk di jual ke supermarket," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (18/8/2021).
Dia menjaga hidroponik milik SMKPP Negeri Banjarbaru sebagai tempat praktik pertanian hortikultura.
"Kami di sini terapkan 800 lubang tanam, bisa menghasilkan 60 sampai 70 kilogram selada. Per kilogramnya Rp 30 ribu," bebernya.
Baca juga: Harga Kedelai Naik, Tahu Pong Ikutan Naik Jadi Rp 450 Per Biji di Banjarbaru
Baca juga: VIDEO Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA Minta Pelaku Pungli Ekspor Supaya Dihajar
Selama ini, kata Valda Raditya, penjualan tidak ada kendala. "Hanya saja diperawatan adalah faktor cuaca. Kalau hujan, maka ada timbul bintik di bawah daun. Jadi, harus diapkir atau dipotong daun yang ada bintiknya," kata dia.
Sedangkan pada saat musim panas, maka akan lebih bagus tumbuh kembangnya sayuran yang satu ini .
Adapun siswa lainnya, Satria Ikhsan Ramadani, menambahkan, untuk cara merawat selada dengan tanam hidroponik perlu waktu sekitar 40 hari.
"Mulai penyemaian 10 hari, kemudian dimasukkan ke lubang paralon hidroponik. Diberikan AB mix dan air diharuskan sirkulasi jangan sampai mati dan on terus nonstop 24 jam," urainya.
Dalam perawatan, supaya bisa bagus, maka akarnya harus disikat atau dibersihkan dari lumut.
Baca juga: Pasokan Terus Mengalir, Pedagang Buah di Banjarbaru Ini Jual Durian Sepanjang Tahun
Baca juga: Kayu Olahan Talenan Ulin dari Kalsel Diekspor ke Singapura
"Biasanya seminggu sekali dibersihkan akarnya dari lumut," imbuh Satria.
Untuk hidroponik yang jumbo tiga lubang bisa sampai 1 kilogram. Maka untuk yang jumbo satu tanaman bisa dihargai Rp 10 ribu.
Dia juga menekankan jangan sampai selada lebih dari 55 hari, sebab akan menjadi pahit dan tidak enak dikonsumsi.
(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)