Kasus Covid 19 Indnonesia
UPDATE Covid-19 Indonesia Hari Ini: Kasus Positif Baru Bertambah 22.053, Angka Kematian Masih Tinggi
UPDATE covid-19 Indonesia. Hari ini, 19 Agustus 2021, terjadi penambahan kasus positif baru sebanyak 22.053. Wabah corona masih belum teratasi
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Penyebaran virus corona di Indonesia masih terus terjadi. Penambahan kasus positif baru terjadi setiap harinya, meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) telah diperpanjang beberapa kali sebagai upaya pengendalian.
Hari ini, 19 Agustus 2021, terjadi penambahan kasus positif baru sebanyak 22.053.Penambahan ini naik dari data hari sebelumnya, Rabu (18/7/2021).
Dengan penambahan ini, total kasus positif covid-19 di Indonesia selama pandemi berlangsung menjadi 3.930.300.
Berdasarkan data Kemenkes RI, kasus kematian terkait Covid-19 hari ini juga masih terbilang tinggi, tepatnya 1.492. Total kasus kematian akibat covid-19 di Indonesia selama pandemi pun tercatat sebanyak 122.633.
Sedangkan Jumlah pasien yang sembuh dari wabah corona hari ini bertambah 29.012 orang.
Baca juga: BREAKING NEWS: Update Covid-19 Indonesia, Minggu 15 Agustus 2021 Bertambah 20.813 Kasus Positif Baru
Baca juga: UPDATE Covid-19 Indonesia Hari Ini Bertambah 28.598 Pasien Positif, DKI dan Jabar Terbanyak
Dengan tambahan pasien sembuh hari ini, total sebanyak 3.472.915 orang telah sembuh dari Covid-19 sejak awal pandemi, Maret 2020 lalu. Dilansir dari Tribunnews.com dengan judul UPDATE Covid-19 di RI: Kasus Positif Bertambah 22.053, Pasien yang Sembuh 29.012 Orang.
Sementara itu Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 hingga Rabu (18/8/2021) pukul 12.00 WIB menunjukkan, ada penambahan 15.768 kasus dalam 24 jam terakhir.
Pasien sembuh bertambah 29.794 orang dan pasien yang meninggal setelah terpapar Covid-19 juga bertambah 1.128 kasus.
Sementara itu untuk menggenjot pelaksanaan vaksinasi, Indonesia akan kedatangan vaksin Covid-19 besutan Amerika Serikat Pfizer pada Kamis (19/8/2021).
Direncanakan sebanyak 1.560.780 dosis vaksin dalam bentuk jadi tiba di bandara Soekarno-Hatta, Kamis malam.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan Izin Penggunaan Darurat (EUA) bagi vaksin produksi PT Pfizer dan BioNTech SE pada Rabu (14/7/2021) lalu.
Total Indonesia akan kedatangan 50 juta dosis vaksin Pfizer yang disebut BNT 162b2 melalui kerja sama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan PT Pfizer Indonesia dan BioNTech SE.

10 Provinsi dengan Jumlah Kasus Varian Delta Cukup Tinggi
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, ada 10 provinsi dengan konsentrasi varian delta virus corona yang cukup tinggi.
Oleh karenanya, Kemenkes meminta 10 provinsi tersebut terus meningkatkan pelaksanaan testing dan tracing untuk mencegah semakin meluasnya sebaran virus corona.
"Sepuluh provinsi itu yakni, Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua," Nadia dalam konferensi pers virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (18/8/2021), dilansir dari kompas.com.
"Kami imbau provinsi-provinsi tersebut untuk lebih waspada dan meningkatkan testing dan tracingnya. Mengingat jumlah varian delta yang terdeteksi cukup tinggi," tegasnya.

Menurut Nadia, saat ini angka testing rate di 10 provinsi tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional.
Di sisi lain, Nadia meminta provinsi-provinsi lain yang belum melaporkan varian delta untuk tetap melakukan kewaspadaan yang sama dengan 10 provinsi itu.
"Untuk tetap diharapkan melakukan kewaspadaan yang sama dengan provinsi yang sudah menemukan varian-varian baru ini," tutur Nadia.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan dari hasil sequencing terhadap varian-varian baru virus corona di Indonesia, sebanyak 80 persennya adalah varian delta.
Kegiatan sequencing merupakan upaya untuk mengetahui penyebaran mutasi virus corona.
Data tersebut berdasarkan pencatatan hasil sequencing per 18 Agustus 2021.
Nadia mengingatkan, varian delta merupakan varian yang saat ini mendominasi pelaporan kasus Covid-19 di hampir seluruh negara di dunia.
"Dengan kemampuan penularan yang lebih tinggi serta potensi untuk memunculkan gejala keparahan lebih tinggi. Maka kita harus selalu waspada," tutur Nadia.
"Pemerintah terus melakukan kegiatan sequencing untuk memantau penyebaran varian baru baik yang berasal dari luar maupun dari lokal," tambahnya.
Per 18 agustus sudah lebih dari 5.000 sequncing dilakukan. Dengan 80 persen hasil adalah varian delta. (*)
Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 Dunia Hari Ini, Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Rangking 8
Baca juga: BREAKING NEWS: Update Kasus Covid-19 Indonesia, Hari Ini Tambah 31.753 Kasus Positif