BTalk

BTalk, Kenali Penyebab Gagal Ginjal

Menurut Dekan FKIK UM Banjarmasin, Solikin, dalam acara BTalk, gagal ginjal adalah saat organ tubuh tersebut tak bisa menjalankan fungsi regularnya.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/AYA SUGIANTO
Dekan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin, Solikin NS MKep SpKEB MB, menjadi narasumber acara BTalk tentang gagal ginjal yang dipandu jurnalis Banjarmasin Post, M Risman Noor, Selasa (24/8/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang berperan penting dalam kelangsungan hidup kita.

Jika ginjal tak berfungsi normal, maka bisa dipastikan metabolisme tubuh terganggu. Apa yang menyebabkan ginjal hilang fungsi dan bagaimana mengatasinya?

Hal itu dijelaskan Solikin NS MKep SpKEB MB, pada acara BTalk, Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Selasa (24/8/2021) pukul 16.00 Wita. 

Perbincangan tersebut dipandu jurnalis Banjarmasin Post, M Risman Noor, dan bisa pula Anda simak di kanal Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook BPost Online.

Dijelaskan Solikin, Dekan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin, ginjal secara anatomi terdiri dua buah, yaitu ada ginjal kanan dan kiri. Berat ginjal sekitar 130 gram dengan ukuran sekitar 13-14 cm.

Baca juga: BTalk, Bahagia Walau Belum Punya Buah Hati

Baca juga: BTalk, Peran Ulama di Hari Kemerdekaan

"Gagal ginjal adalah saat organ tubuh tersebut tak bisa menjalankan fungsi regularnya," jelas Solikin. 

Secara umum ada tiga fungsi utama ginjal, yaitu filtrasi atau menyerap dan menyaring makanan dan minuman.

Jika ada zat yang bagus, maka akan diurai dan dikembalikan ke tubuh. Kemudian fungsi absorpsi dan fungsi ekskresi yaitu mengeluarkan urin (air kemih). 

Apabila terjadi masalah pada salah satu atau ketiga fungsi tadi, maka itu menjadi kegagalan atau faal ginjal. Saat gagal ginjal, maka cairan terakumulasi atau disebut edema. 

Penumpukan cairan dalam tubuh bisa ke mana-mana, bisa ke perut, bisa ke kaki sehingga terjadi pembengkakan, sehingga perlu ada penanganan.

Bincang tentang gagal ginjal di acara BTalk, bersama Dekan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin, Solikin NS MKep SpKEB MB, dipandu jurnalis Banjarmasin Post, M Risman Noor, Selasa (24/8/2021.
Bincang tentang gagal ginjal di acara BTalk, bersama Dekan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin, Solikin NS MKep SpKEB MB, dipandu jurnalis Banjarmasin Post, M Risman Noor, Selasa (24/8/2021. (BANJARMASINPOST.CO.ID/AYA SUGIANTO)

Dalam kategori masih bisa diberi obat, maka dokter akan memberi obat yang dapat membuang tumpukan cairan melalui kencing. 

Jika sudah tak bisa menerima reaksi obat untuk meluruhkan cairan, maka fungsi ginjal harus digantikan dengan proses cuci darah atau hemodialisis. 

"Paling umum adalah dilakukan cuci darah. Jadi fungsi mesin cuci darah itu sama dengan fungsi ginjal. Prosesnya bisa sampai tiga jam. Namun perlu dilakukan berulang sesuai kondisi kegagalan ginjalnya," jelas Dekan FKIK UM Banjarmasin ini.

Pastinya, satu kali proses cuci darah yang durasinya tiga jam belum bisa dikatakan cukup, sebab tiap zat dari makanan berbeda-beda proses penyerapannya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved