Berita Tanahlaut
Ojek Pasar Manuntung Minta Mangkal Tersebar, Diskopdag Tala Mengizinkan dengan Syarat ini
Kadisdag Tala merespons positif permintaan Pauyuban Ojek Manuntung dan memberi izin mangkal di sekitar pasar
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Aspirasi kalangan pengojek Pasar Manuntung Berseri yang disuarakan melalui perwakilan paguyuban setempat direspons positif Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag) Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kepala Diskopdag Tala H Syahrian Nurdin mengatakan pihaknya memahami dan memaklumi aspirasi tersebut.
Karenanya, dirinya memperkenankan tukang ojek yang selama ini beroperasi di area pasar tersebut tetap beraktivitas seperti biasa.
Termasuk keinginan pengojek agar diperkenankan mangkal tersebar di enam titik, juga diperkenankan.
"Terpenting jangan laur-laur (putar-putar) ke sana kemari. Tidak elok dilihat, tetap mangkal saja di lokasi mangkal masing-masing," ucap Syahrian, Kamis (26/8/2021).
Baca juga: P3A Tala Sebut Keluarga Mangkal di Jalan Telah Turun Temurun
Baca juga: Paguyuban Ojek Pasar Manuntung Tala Minta Tetap Diperkenankan Mangkal Tersebar, ini Alasannya
Penegasan itu juga telah ia sampaikan langsung pada forum pertemuan dengan paguyuban ojek, gelendengan, dan pedagang Pasar Manuntung Berseri di Rumah Aspirasi di lingkungan kantor Diskopdag Tala, Rabu siang kemarin.
Pejabat eselon II ini mengatakan dalam waktu dekat bawahannya akan turun lagi ke Pasar Manuntung Berseri untuk memetakan enam titik mangkal pengojek tersebut.
Sekaligus direncanakan dipajang atribut sehingga memudahkan warga pasar mengenali.
Tanda pengenal bagi para pengojek Pasar Manuntung Berseri juga bakal didiupayakan dibikinkan.
"Insha Allah nanti kami upayakan, apakah misalnya berupa kartu pengenal atau rompi. Intinya agar orang-orang di pasar menjadi gampang mengenali para pengojek pasar," tandas Syahrian.
Pihaknya juga akan terus berupaya membenahi dan menata Pasar Manuntung Berseri seperti fasilitas atau tempat berjualan.
Pasalnya sebagian fasilitas yang ada saat ini memang mulai mengalami kerusakan, tak cuma kusam tapi juga ada yang lapuk.
Syahrian menegaskan penertiban dan penataan Pasar Manuntung Berseri yang pihaknya lakukan sejak beberapa pekan silam bukan dimaksudkan membatasi aktivitas pedagang, pengojek maupun lainnya.
Baca juga: Dua Kali Tertunda Berangkat Haji, Calon Jemaah Asal Banjarmasin Tetap Optimis
Baca juga: Rutan Kualakapuas Kerjasama dengan BSI, Buat Kartu Belanja Digital untuk Warga Binaan
Namun semata-mata untuk menata agar pasar menjadi tertata rapi.
"Kalau lingkungan pasar tertata rapi kan jadi nyaman beraktivitas, baik bagi pedagang mapun bagi pembeli. Coba kalau dulu, kadang ada saja pembeli yang membeli barang dengan tetap berada di atas kendaraan. Hal demikian sangat tidak elok dipandang dan bikin semrawut serta jalan macet," kata Syahrian.
Karena itu pihaknya kemudian memajang delinator di tiap jalan masuk ke Pasar Manuntung Berseri.
Tujuannya agar pembeli memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan yakni di luar area pasar.
"Kami yakin pemasangan delinator itu berimbas positif, termasuk bagi teman-teman pengojek atau paman gelendengan. Karena pastinya pembeli yang belanjaannya banyak akan memanfaatkan jasa mereka," pungkas Syahrian.
(banjarmasinpost.co.id/roy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kepala-diskopdag-tala-h-syahrian-nurdin-merespons-aspirasi-kalangan-paguyuban-pasar-manuntung.jpg)