Berita Kabupaten Tabalong
PMI Kabupaten Tabalong Kini Miliki Alat Skirining Darah
Alat jenis iFlash 1800 untuk skringing darah baru dibeli PMI Tabalong melalui dana hibah pemda, rencananya secara efektif dioperasionalkan bulan depan
Penulis: Dony Usman | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, saat ini sudah dilengkapi alat yang berfungsi untuk pemeriksaan Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD).
Alat jenis iFlash 1800 yang baru dibeli melalui dana hibah pemda ini rencananya secara efektif dioperasionalkan bulan depan.
Kepala Unit Donor Darah PMI Tabalong, dr Kadhafi, Kamis (26/8/2021), mengatakan, saat ini alat digunakan untuk pemeriksaan hepatitis B, hepatitis C, sifilis dan HIV.
"Walapun sebenarnya alat ini bisa untuk lebih dari 100 pemeriksaan, nanti mungkin dalam perjalanannya akan kita lengkapi untuk reagen-reagen pemeriksaan lain yang diperlukan," katanya.
Untuk mendukung penggunaan alat ini sekarang sudah disiapkan petugas khusus dari laboratorium sebanyak 4 orang yang telah diikutkan training.
Baca juga: Motivasi Petugas dalam Penanganan Covid-19, Kapolres Tabalong Berikan Penghargaan
Baca juga: Bantu Penanaman di Lingkungan Polres, 150 Bibit Pohon Mahoni Diserahkan KPH Tabalong
Dengan adanya alat ini, maka semakin memudahkan dalam melakukan pemeriksaan IMLTD bagi darah yang didonorkan sebelum digunakan ke orang lain.
Untuk cara kerjanya, alat ini akan memeriksa darah yang baru di ambil dari pendonor apakah ada terinfekesi hepatitis B, hepatitis C, sifilis atau HIV.
Apabila lolos skrining barulah darah dari pendonor tersebut bisa diberikan kepada penerima yang membutuhkan.
Proses skrining ini sendiri, imbuhnya, sebelum ada memiliki alat iFalsh 1800 ini juga sudah mereka terapkan.
Hanya saja selama ini dalam melakukan pemeriksaan itu PMI Tabalong harus mengirim dulu darahnya ke rumah sakit yang lakukan pengecekan dengan sistem rapid standar Kemenkes.
Baca juga: Razia Petugas Gabungan di Rutan Tanjung Tabalong, Temukan Hp Hingga Kartu Domino
Baca juga: CPNS 2021, Jadwal Tes SKD CPNS dan PPPK 2021 Diundur, BKPP Tabalong Siapkan 110 Komputer
Masih menurut dr Khadafi, alat yang mereka miliki ini sebenarnya juga bisa digunakan untuk melakukan pemeriksaan kadar titer antibodi.
Kadar titer antibodi diperlukan dalam proses Donor Plasma Covid-19. Hanya saja untuk bisa memproses Donor Plasma, masih harus ada alat apheresis atau pemisah plasma, trombosit dan sel darah marah.
"Kami masih belum punya alat apheresisnya. Kami sudah mengajukan proposal ke perusahaan, mudah-mudahan disetujui biar bisa melakukan donor plasma di sini. Karena saat ini, donor plasma baru di Banjarmasin saja. Daerah lain masih belum bisa," ungkapnya.
Karena belum ada alat untuk proses Donor Plasma, maka sementara ini hanya digunakan untuk pemeriksaan IMLTD.
(Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/alat-skrining-darah-udd-pmi-tabalong-kalsel-kamis-2608202126082021.jpg)