Breaking News:

Subsidi Elpiji 3 Kg

Subsidi Elpiji dan Listrik Pengaruhi Inflasi, Pemerintah Siapkan Skenario Baru Subsidi

Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, subsidi elpiji 3 kilogram dan listrik berbasis orang sedikit banyak memengaruhi inflasi pada tahun 2022

Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Program pemerintah terkait konversi minyak tanah (mitan) ke elpiji 3kg khususnya di wilayah Kabupaten Kotabaru sudah berlangsung. Bahkan sebagian besar warga telah menerima bantuan seperangkat alat untuk kebutuhan rumah tangga tersebut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menteri keuangan Sri Mulyani kembali menegaskan kalau subsidi elpiji dan listrik akan direformasi pada 2022.

Tak bisa dibantahkan, subsidi elpiji 3 kilogram dan listrik berbasis orang sedikit banyak memengaruhi inflasi pada tahun 2022.

Menkeu Sri Mulyani, mengatakan inflasi pada kelompok harga yang diatur pemerintah (administered price) berpotensi melonjak akibat peralihan skema subsidi berbasis komoditas menjadi subsidi berbasis orang.

"(Rendahnya inflasi tahun 2022 seperti tahun ini) tidak taken for granted, banyak faktor yang harus kita waspadai. Ada (potensi kenaikan) administered price karena banyak policy di bidang subsidi, di mana DPR dan pemerintah setuju untuk mulai menjadi lebih targeted. Ini pasti ada pengaruhnya," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi XI DPR RI, Senin (30/8/2021).

Baca juga: Subsidi Listrik Masih Didapat Bulan September 2021, Cek Berbagai Bantuan Pemerintah Selama Pandemi

Baca juga: Anda Termasuk Penerima BLT Subsidi Gaji Tahap III? Cek BSU di Kemnaker.go.id atau Aplikasi BPJSTKU

Wanita yang akrab disapa Ani ini mengungkapkan, inflasi tahun depan bisa saja tidak serendah tingkat inflasi pada tahun 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Dilansir kompas.com,Selain soal subsidi, tingkat inflasi tahun 2022 dipengaruhi oleh normalisasi kebijakan The Fed (tapering off) dan disrupsi suplai karena pandemi Covid-19.

Dalam RAPBN tahun 2022, inflasi tahun depan diproyeksi 2,9 persen dengan range 2,5 persen - 3,3 persen.

Target itu lebih rendah dari proyeksi inflasi tahun 2021 yang hanya 1,5 persen.

"Itu pun tergantung seasonality (faktor musiman) per bulan yang harus kita pertimbangkan maupun termasuk (efek dari) policy pemerintah," beber Sri Mulyani.

Baca juga: JADWAL Penyaluran Kuota Internet Gratis dan Bantuan UKT September 2021, Mulai 7GB Per Bulan

Namun, dia bersyukur, pemulihan ekonomi tahun ini tidak dibarengi dengan kenaikan inflasi karena terjaganya kepercayaan konsumen.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved