Harga Bitcoin Hari Ini
Harga Bitcoin Hari Ini Merangsek ke Level US$ 49.676, Masih dalam Fase Bullish
Mata uang kripto masih berada dalam fase bullish. Harga Bitcoin hari ini masih belum bisa menembus level US$ 50.000
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Mata uang kripto masih berada dalam fase bullish. Hari ini, crypto currency paling populer, Bitcoin masih belum bisa menembus level US$ 50.000 lagi.
Namun berdasarkan pantauan dari Coinmarketcap.com, harga bitcoin pukul 12.23 WIB, Kamis (2/9/2021), mulai merangsek ke level US$ 49.676.
Meskipun demikian, Bitcoin masih mencatatkan rapor hijau dari sisi kinerja dalam delapan bulan pertama tahun ini.
Masih merujuk Coinmarketcap.com, Bitcoin terlihat sudah menguat 62,89% sejak awal tahun. Apalagi, sebulan terakhir, pasar aset kripto memang tengah berada dalam fase bullish.
Walau begitu, CEO Triv.co.id Gabriel Rey mengatakan, kondisi Bitcoin masih belum mendekati level periode bull run yang sempat terjadi pada periode April-Mei silam.
Baca juga: Harga Bitcoin Hari Ini 31 Agustus 2021, Terus Merosot Hingga di Level US$ 46.000
Baca juga: Harga Bitcoin Hari Ini 29 Agustus 2021 Melemah, Berikut Daftar Harga Aset Kripto di Akhir Pekan
Hal ini tercermin dari kondisi on-chain Bitcoin sebagai patokan di mana secara metrik yang belum mendekati posisi April-Mei lalu.
Ditambah lagi, secara jangka pendek - menengah, pergerakan harga Bitcoin akan dipengaruhi oleh keputusan Federal Reserve yang sudah mengumumkan akan melakukan tapering pada tahun ini.
Artinya dengan potensi stimulus yang beredar dikurangi, maka uang yang ada di pasar juga akan berkurang. Ini sehingga sentimen ini dinilai Gabriel bisa jadi sentimen negatif untuk harga Bitcoin.
“Namun, pasar biasanya baru akan priced-in pada sentimen tapering ketika mendekati pemberlakuan tapering, bisa jadi pada Oktober atau November. Jadi ini patut dicermati terhadap pergerakan harga bitcoin,” kata dia kepada Kontan.co.id, Rabu (1/9).
Lebih lanjut, Gabriel bilang, saat ini belum ada katalis positif yang bisa mengangkat harga Bitcoin secara signifikan. Salah satu kabar yang ditunggu pelaku pasar adalah keputusan dari SEC terkait ETF Bitcoin.
Jika menjelang akhir tahun nanti sudah ada kejelasan dari SEC, Gabriel menyebut hal ini akan jadi katalis positif untuk pergerakan Bitcoin.
Oleh sebab itu, Gabriel memperkirakan pergerakan harga Bitcoin akan cenderung terbatas pada rentang US$ 30.000 - US$ 50.000 per BTC.
Di luar Bitcoin, salah satu aset kripto yang pamornya paling naik tahun ini adalah Cardano (ADA). Ia menjadi kripto dengan kinerja terbaik dalam delapan bulan pertama tahun ini setelah berhasil melesat 1.346% lebih.
Gabriel menyebut hal ini merupakan sesuatu yang wajar karena ketika sebuah aset kripto belum memiliki produk konkret lalu mengumumkan akan merilis smart contract, ekspektasi-nya akan tinggi. Adapun ADA memang berencana meluncurkan fitur smart contract pada pertengahan September mendatang.
“Ekspektasi ini yang membuat harga ADA melonjak tajam karena digadang-gadang sebagai the next ethereum killer, tapi berkaca dari yang sudah-sudah, begitu fiturnya diluncurkan, akan biasa aja. Dulu TRON juga sempat begini, begitu launch, ternyata tidak memenuhi ekspektasi dan harganya dengan sendirinya turun,” imbuh Gabriel.