Breaking News:

Berita Tabalong

Penyakit Gugur Daun Serang Tanaman Karet di Tabalong, Diduga Karena Jamur

Penyakit gugur daun tengah menyerang pohon karet petani di Kabupaten Tabalong Kalsel

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/DONY USMAN
ILSUTRASI - Aktivitas di Pasar Karet Rakyat Jalan Pelita RT 7, Kelurahan Agung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Jumat (11/12/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Disaat harga Karet tengah membaik, petani di Tabalong Provinsi Kalsel dibuat risau dengan penyakit gugur daun yang menyerang pohon karet yang mereka budidayakan.

Hingga saat ini Dinas Pertanian Tabalong diketahui terus melakukan pendataan terhadap dampak dari penyakit yang bisa berpengaruh terhadap hasil produksi ini.

Plt Kepala Dinas Pertanian Tabalong, Syam'ani, mengatakan, serangan penyakit gugur daun ini diperkirakan mulai masuk sekitar tahun 2020 dan masih terdapat hingga sekarang.

Untuk melakukan pencegahan penyebaran dan pengendalian penyakit ini, pihaknya telah
menggandeng Dinas Perkebunan Provinsi Kalsel dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalsel.

Baca juga: Harga Karet Badar di Tingkat Petani dari Rp 8.200 hingga Rp 9.200

Baca juga: Harga Karet di Kalsel Capai Rp 9.200 Perkilogram, Petani Karet Sebut Berbagai Faktor Pemicu

Baca juga: Tingkatkan Pendapatan Petani, Tabalong akan Gelar Pasar Lelang Karet

"Ini guna melakukan pemantauan untuk memastikan penyakit yang menyerang tanaman karet warga di Desa Masukau dan Desa Seradang," katanya.

Pemantauan telah dilakukan, Rabu (8/9/2021) tadi dan hasilnya diketahui  diduga penyakit gugur daun yang menyerang karet warga disebabkan jamur Pestalotiopsis sp.

Jamur Pestalotiopsis sp ini mengakibatkan gugur daun atau defoliasi sehingga berpengaruh terhadap pengurangan hasil lateks antara 30-40 persen.

"Untuk lebih memastikan lagi penyebab penyakit, Dinas Perkebunan telah mengambil daun yang terserang untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium," ungkapnya.

Ditambahkannya, Dinas Perkebunan Kalsel juga meminta agar Dinas Pertanian Tabalong melakukan pengamatan lapangan guna memastikan luasan yang sudah terserang dan tingkat keparahan serangan.

"Pendataan belum selesai karena masuk ke daerah kita di pertengahan 2020. Akan lebih kami maksimalkan pemantauan dan pengamatan untuk mendapatkan luas serangan serta tingkat keparahannya," ujar Syam'ani.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved