Hukum Mewarnai Rambut

Hukum Mewarnai Rambut Semir Pirang bagi Pria Muslim, Ini Bahan Semir Dianjurkan Dalam Islam

Inilah hukum mewarnai rambut dengan semir pirang bagi pria muslim.Islam memiliki aturan dalam menyikapi pewarnaan rambut bagi umat muslim.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
grid.id
Ilustrasi Rambut Beruban 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Inilah hukum mewarnai rambut dengan semir pirang bagi pria muslim.

Islam memiliki aturan dalam menyikapi pewarnaan rambut bagi umat muslim, tak terkecuali bagi kaum hawa.

Fenomena mewarnai rambut tersebut sejak ada di zaman Nabi Muhammad SAW.

Tak semua bahan semir diperbolehkan untuk dipakai, bahan semir dari katam dan inai dianjurkan.

Baca juga: Keutamaan Shalat Israq, Ibadah Sunah Senilai Ibadah Umrah dan Haji

Baca juga: Niat Shalat Dhuha dan Cara Melaksanakan, Lengkap dengan Doa Usai Mengamalkan

Saat ini mewarnai rambut menjadi gaya hidup yang trend di kalangan anak muda.

Pemakaian cat rambut kerap dijadikan sebagai penunjang penampilan menjadi percaya diri.

Ilustrasi rambut yang diwarnai di salon.
Ilustrasi rambut yang diwarnai di salon. (dok HVAR Salon/kompas.com)

Ada pula yang menjadikannya sumber penghasilan atau tuntutan pekerjaan.

Atau alasan yang sering dijumpai adalah menutupi rambut yang berubah menjadi uban dengan berbagai warna, bisa hitam dan warna lainnya.

Mengutip artikel banjarmasinpost.co.id Kamis 30 November 2017, ulama di Banjarmasin, Ustadz Gazali Mukeri, menyatakan, pada dasarnya ulama sepakat menyemir rambut dengan warna selain hitam hukumnya boleh.

Hal ini berlaku tak hanya bagi laki-laki namun juga perempuan.

Bahkan secara terang-terangan menurut Ustadz Gazali Mukeri, Imam Nawawi mengatakan, hukumnya sunnah berdasarkan keterangan beberapa hadist, antara lain yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

Baca juga: Sunnah Sebelum dan Melaksanakan Shalat Jumat, Potong Kuku dan Kumis Sebelum ke Masjid

Dari Abi Hurairah RA Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak menyemir rambut mereka, maka kalian salahilah perbuatan mereka itu".

Adapun menyemir rambut dengan warna hitam maka ulama sepakat membolehkannya untuk kepentingan berjihad menghadapi musuh dan sepakat mengharamkannya bila bertujuan menipu.

“Tapi mereka berbeda pendapat dalam hal lainya. Dalam kitab-kitab fiqih maupun keterangan hadist setidak-tidaknya ditemukan lima perbedaan pendapat tentang menyemir rambut dengan warna hitam,” katanya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved