Berita Banjarmasin
DPRD Kalsel Dukung Truk BBM dan Elpiji Melintas di Jembatan Alalak
Imam mendukung harapan Manager Pertamina MOR VI IT Banjarmasin F. Morris Wungubelen agar truk BBM dan Elpiji bisa melintasi jembatan Alalak
Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keluhan sopir truk angkutan BBM dan Elpiji yang kesulitan menembus Jalan Gubernur Soebarjo direspon Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo.
Imam mendukung harapan Manager Pertamina MOR VI IT Banjarmasin F. Morris Wungubelen agar truk BBM dan Elpiji bisa melintasi jembatan Alalak.
Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo mengatakan, presiden sudah memerintahkan agar Jembatan Alalak Baru Dibuka untuk umum artinya jembatan bisa digunakan untuk siapa saja sesuai dengan tonase yang diputuskan.
"Presiden RI menginstruksikan dibuka saja, itu kan umum sudah. Kita harapkan tidak ada pengecualian untuk melalui jembatan tersebut. Kalau menunggu peresmian kan nanti bisa saja, peresmian kan seremonial saja, yang bikin ribet yang di bawah biasanya," jelas sekretaris Fraksi PDIP DPRD Kalsel ini Selasa (28/9/2021).
Baca juga: Keluhkan Jalan Gubernur Syarkawi, Pertamina Berharap Truk BBM dan LPG Bisa Melintas Jembatan Alalak
Baca juga: Ada Truk Melintas di Jembatan Alalak, Begini Penjelasan Kasatlantas Polresta Banjarmasin
Menurutnya agar angkutan Pertamina bisa melintas di Jembatan Alalak Baru seharusnya manager area Pertamina bisa berkoordinasi dengan Kementerian PUPR sehingga turut bisa memanfaatkan jembatan tersebut.
Terlebih gas dan BBM termasuk dalam kebutuhan masyarakat. Jika tidak diperbolehkan melintas dikhawatirkan akan berdampak pada ketersediaan dan harga gas dan BBM.
Menurutnya jembatan tersebut sangat vital yang dapat digunakan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian.
Selain itu kata Imam Jembatan Alalak 1 sudah dirancang sedemikian rupa sehingga angkutan umum bahkan untuk angkutan berat pun tidak masalah jika harus melaluinya sesuai dengan kemampuan jembatan.
"Kemampuan jembatan berapa ton, kalau melewati dari ambang batas tonase, jangan dilewatkan," tegasnya.
Ia juga yakin keputusan presiden yang membolehkan pengendara melintasi jembatan baru tersebut dengan pertimbangan matang. Selain itu diketahui dari BBPJN XI Banjarmasin hasil dari sertifikasi layak fungsi jembatan juga sudah dinyatakan laik.
Tak hanya truk Pertamina, angkutan lain khususnya logistik yang merupakan kebutuhan masyarakat menurutnya juga layak untuk melintas di jembatan baru tersebut.
"Ingat, selama masih dalam tonase yang sesuai," imbuhnya.
Karenanya menurut Imam keberadaan jembatan timbang sudah sangat dibutuhkan di Kalimantan Selatan guna mengetahui jika adanya angkutan dengan over kapasitas.
Sebelumnya jembatan sei Alalak 1, di Jayutangi Ujung Banjarmasin, masih belum dibuka untuk truk angkutan. Karena itu, jembatan ini masih belum seratus persen menujuang ekonomi.
Baca juga: Warga Bersyukur Jembatan Alalak 1 Kayutangi Ujung Banjarmasin Dibuka
Baca juga: Jembatan Alalak Dibuka, Kendaraan Dilarang Stop dan Parkir di Atas Jembatan
Karena itu, ada yang berharap angkutan khusus sembako bisa melintasi termasuk bahan gas dan Bahan Bakar Minyak (BBM) karena dianggap hal pokok masyarakat.
Angkutan khususnya truk logistik masih diminta untuk melintasi Jalan Gubernur Syarkawi yang kini kondisinya masih memprihatinkan terlebih usai hujan turun.
Kebijakan sementara terkait dibukanya jembatan Sungai Alalak yang hanya memperbolehkan kendaraan umum roda 2 dan roda 4 lewat. (Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ketua-komisi-ii-dprd-kalsel-imam-suprastowo-sebut-cuma-5-perusahaan-yang-memiliki-sippa.jpg)