Berita Batola
VIDEO Harga Karet Capai 10 Ribu Per kilo, Begini Harapan Petani di Batola
warga yang kerja sebagai buruh harian di kebun sawit pun memilih menyadap karet, kalau mereka punya kebun. karena hasilnya jauh lebih besar
Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Harga karet di kalangan petani di Kabupaten Barito Kuala (Batola) , Kalimantan Selatan, sasaat ini cukup tinggi dan terbilang stabil
Seperti yang dituturkan Poniran, petani karet di Desa Sido Makmur, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola, Kalsel, harga per kilogram saat ini mencapai Rp 10 ribu.
"Beberapa bulan terakhir jual ke pengepul harganya ya segitu, Alhamdulilah bagus," terangnya saat ditemui di kebun belakang rumah, Rabu (29/9/2021).
Poniran pun berharap harga tinggi dan stabil ini bisa terus bertahan.
Baca juga: Apresiasi Kinerja Pustu untuk Warganya, Kades Kolam Kanan Batola Hibahkan Sebidang Tanah
Baca juga: Revitalisasi Kawasan Transmigrasi, Kemendes PDTT Gelar FGD Pentahelix di Karang Bunga Batola
Sehingga, kesejahteraan para petani karet juga akan meningkat.
Dari sekitar 200 batang karet yang ia miliki, warga kelahiran Kediri ini mampu menjual rata-rata 70 kilogram setiap dua pekannya.
Penghasilan ini tentunya sangat menggembirakan, sebagai tambahan memenuhi keperluan sehari-hari sebagai petani sayur.
Baca juga: Penemuan Mayat di Banjarmasin, Wahyudi Ditemukan Mengapung di Sungai Martapura
Harumnya harga karet juga dirasakan warga lainnya di Desa Antar Raya.
Bahkan per kilogram karet mencapai Rp 10.250.
Disampaikan Mas'ud, warga setempat, meski tidak tahu apa faktor naiknya harga karet ini, ini adalah pencapaian harga terbaik yang pernah dirasakan petani di desanya.
"Pokoknya saat ini warga yang kerja sebagai buruh harian di kebun sawit pun memilih menyadap karet, kalau mereka punya kebun. Karena, hasilnya jauh lebih besar," tandasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)