Berita Banjarmasin
Pengusaha Angkutan dan Logistik Kalsel Tuntut Jembatan Sei Alalak Bisa Segera Dilalui Armadanya
Belum diperbolehkannya truk melintas di Jembatan Alalak terlebih roda enam ke atas diprotes Aptrindo Kalsel dan ALFI/ILFA Kalsel.
Penulis: Frans Rumbon | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tuntutan agar Jembatan Sei Alalak (Alalak I) bisa segera dilalui armada pengangkut bahan logistik disampaikan oleh Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kalimantan Selatan (Kalsel) dan DPW Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI)/ ILFA Kalsel.
Seperti diketahui, kurang lebih empat hari ini, Jembatan Sei Alalak yang baru selesai dibangun sudah dibuka namun hanya terbatas untuk kendaraan roda dua maupun roda empat khususnya mobil pribadi.
Sedangkan untuk kendaraan dengan kapasitas muatan lebih banyak seperti truck, fuso dan sebagainya belum diperbolehkan melintas.
Dari pantauan banjarmasinpost.co.id, sebuah rambu-rambu larangan bagi bus/truck/roda 6 hingga lebih dilarang melintas.
Baca juga: DPRD Kalsel Dukung Truk BBM dan Elpiji Melintas di Jembatan Alalak
Baca juga: Keluhkan Jalan Gubernur Syarkawi, Pertamina Berharap Truk BBM dan LPG Bisa Melintas Jembatan Alalak
Belum diperbolehkannya truk, terlebih roda enam ke atas diprotes Aptrindo Kalsel dan ALFI/ILFA Kalsel.
Terlebih armada yang biasa digunakan untuk mengangkut logistik ini rata-rata roda enam ke atas.
"Kami berharap pihak yang berkompeten dengan jembatan ini bisa memberikan izin, khususnya untuk angkutan logistik agar juga diperbolehkan melintas," ujar Ketua Aptrindo Kalsel, Ali Musa Siregar, Rabu (29/9/2021).
Dijelaskan oleh Ali Musa Siregar pihaknya sudah cukup lama menantikan selesainya pembangunan jembatan ini.
Pasalnya sudah sekitar dua tahun lebih, pihaknya hanya bisa menggunakan akses Jalan Gubernur Syarkawi atau Lingkar Utara yang notebene lebih jauh karena harus memutar terlebih dahulu.
"Apalagi cost kita kalau melalui jalan Lingkar Utara ini menjadi meningkat. Selain itu jalannya rusak parak, sehingga yang tadinya hanya bisa satu hari selesai mendistribusikan logistik akhirnya bisa sampai dua hingga tiga hari," jelasnya.
Baca juga: Pencurian di Kalsel : Ambil HP di Atas ATM Batulicin, Karyawan Swasta di Tanbu Ini Diringkus Polisi
Baca juga: Bantu Stok Darah di PMI Tapin, Personel Kodim 1010 Tapin dan Polres Tapin Gelar Donor Darah
Ditambahkan Ali Musa Siregar bahwa anggota Aptrindo Kalsel dan ALFI/ILFA jumlahnya sangatlah banyak yakni sekitar 900.
"Dan sekitar 35 persennya itu melakukan distribusi ke Batola dan Kalteng, sehingga juga akan melalui jembatan ini," katanya yang saat itu didampingi Sekretaris Aptrindo Kalsel, Hamdani dan juga Sekretaris ALFI/ILFA Kalsel, H Tularno.
Ali Musa Siregar mengancam akan melapor ke DPRD Kalsel, apabila masih belum mendapat respons terkait tuntutannya.
"Tapi kami berharap sebelum melapor ke DPRD, jembatan ini sudah boleh digunakan untuk mengangkut bahan logistik," pungkasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ketua-aptrindo-kalsel-ali-musa-siregar-tengah.jpg)