Breaking News:

Berita Kalsel

Diskon Pajak Kendaraan Dongkrak Penerimaan PKB, Kini Tersisa Rp15 Miliar dari Target Rp50 Miliar

Kebijakan diskon atau keringanan denda pajak kendaraan bermotor mampu mendongkrak tingkat Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kalsel.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Perpajakan Daerah (P3D) Bakeuda Kalsel, Rustamaji 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kebijakan diskon atau keringanan denda pajak kendaraan bermotor mampu mendongkrak tingkat Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang sebelumnya melandai.

Dari target Rp 50 miliar, kini sudah mencapai Rp35 miliar. Artinya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tinggal menutupi sisa target yang ada yakni sekitar Rp15 miliar.

Kabid Pengelolaan Pendapatan Pajak Daerah Bakeuda Kalsel, Rustamaji, Jumat (1/10/2021), mengungkapkan, program ini berpengaruh. Namun memang sempat melandai bahkan diakui stagnan.

Akan tetapi, hal tersebut masih mampu diantisipasi oleh unit penyelenggara layanan agar bisa optimal.

Baca juga: BPSMB Disdag Kalsel Terima Sertifikat KAN, Lab Uji Mutu dan Kalibrasi Standar Nasional Internasional

Baca juga: Kembali Telan Kekalahan, Peluang Tim Basket Kalsel Lolos Pool A PON XX Papua Semakin Tipis

Baca juga: DPRD HST Minta Sekolah Umum Tambah Pelajaran Agama, Ini Alasannya

"Salah satu cara atau langkah yang diambil pihaknya yaitu mengoperasikan Samsat keliling (Samkel) dengan memaksimalkan program kebijakan relaksasi 50 persen," kata Rustamaji.

Diceritakannya, penerimaan di sejumlah Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) sempat tersendat akibat faktor keuangan dari wajib pajak menipis pada pertengahan bulan lalu.

"Memang, pada tanggal 20 sampai seterusnya itu kan kondisi keuangan masyarakat banyak yang belum stabil," cerita Rustamaji.

Namun setelah dilakukan Optimalisasi, pihaknya yakin dan Optimis bisa tercapai. Dirinya meyakini dari tanggal 1 - 9 Oktober pembayaran pajak kendaraan bermotor kembali normal alias lancar.

"Semoga pada moment ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh wajib pajak di Kalsel," harapnya.

Rustamaji berharap, setelah berakhirnya masa penyelenggaraan program kebijakan relaksasi pada 9 Oktober nanti setidaknya realisasi target yang ditetapkan oleh Pemprov Kalsel dapat tercapai secara optimal.

(banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved