Hari Batik Nasional 2021

Sejarah Batik dan Aneka Motifnya, Dulu Menjadi Pakaian Khas Kerajaan dan Kini Diakui Dunia

Selamat Hari Batik Nasional 2021. Berikut ini sejarah Hari Batik Nasional yang diperingati tiap tanggal 2 Oktober dilengkapi dengan jenis-jenis batik

SHUTTERSTOCK
Selamat Hari Batik Nasional 2 Oktober 2021. Sejarah Batik dan Aneka Motifnya, Dulu Menjadi Pakaian Khas Kerajaan dan Kini Diakui Dunia 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Selamat Hari Batik Nasional 2021. Hari ini 2 Oktober 2021, bertepatan dengan Hari Batik Nasional. Peringatan ini telah dirayakan tiap tanggal 2 Oktober 2009 silam.

Batik kini dikenal sebagai salah satu kekayaan budaya dari Indonesia yang diakui dunia. Sejarah batik untuk mendapat pengakuan dunia ini cukup panjang.

Asal tahu saja, upaya mengangkat batik ini tidak mudah. Meskipun saat ini batik telah lazim dikenakan masyarakat semua golongan, baik tua maupun muda.

Tidak hanya untuk acara resmi, tapi untuk kegiatan santai bahkan tidur pun ada yang mengenakan batik.

Untuk mengenal lebih lanjut soal batik, berikut ini sejarah Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober dilengkapi dengan jenis-jenis batik dan motifnya.

Baca juga: Melestarikan Batik sebagai Warisan Budaya (Refleksi Hari Batik Nasional)

Baca juga: LINK Twibbon Selamat Hari Batik Nasional 2021, Cocok Jadi Status Whatsapp dan Medsos

Sekadar diketahui batik pertama kali diperkenalkan ke dunia oleh Presiden ke-2 Soeharto saat menghadiri konfrensi PBB.

Soeharto sering memberikan batik sebagai cinderamata untuk tamu-tamu negara pada pertengahan tahun 1980-an.

Presiden Soeharto juga kerap mengenakan baju batik untuk menghadiri konferensi PBB.

Hal tersebut membuat batik sebagai pakaian yang dikenakannya menjadi pusat perhatian.

Dikutip dari rupbasam-jakut.kemenhukan.go.id batik didaftarkan untuk mendapat intengible cultural heritage di United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada 4 September 2008.

Pada era pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 9 Januari 2009 batik diterima secara resmi oleh UNESCO.

Nelson Mandela mengenakan batik dalam penutupan Piala Dunia Afrika Selatan 2010. |
Nelson Mandela mengenakan batik dalam penutupan Piala Dunia Afrika Selatan 2010. | (BBC)

Batik diresmikan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non bendawi setelah sidang ke-4 UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009.

UNESCO menilai teknik, simbol, dan budaya batik melekat dengan jalan panjang kebudayaan Indonesia.

Pemerintah Indonesia menerbitkan Kepres No 33 Tahun 2009 yang menetapkan Hari Batik Nasional dalam rangka meningkatkan kesadaran diri masyarakat terhdap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia.

Pemerintah Indonesia menerbitkan Surat Edaran Nomor 003.3/10132/SJ tentang pemakaian baju batik.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2 oktober.

Sementara itu, jejak sejarah batik di Indonesia sampai ke masa kerajaan.

Zaman dulu, batik menjadi pakaian atau busana khas kerajaan.

Batik hanya dikenakan oleh keluarga kerajaan atau para pegawai kerajaan.

Baca juga: Melestarikan Batik sebagai Warisan Budaya (Refleksi Hari Batik Nasional)

Baca juga: Bupati Ben Brahim Keluarkan SE PDH Batik, ASN dan Tenaga Kontrak Wajib Pakai Batik Khas Kapuas

Kegiatan membatik di luar kerajaan diajarkan oleh pegawai keraton yang rumahnya berada di lingkungan luar keraton.

Sejarah pembatikkan di Indonesia sudah dimulai sejak masa kerajaan Majapahit.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya sisa-sisa peninggalan batik yang ada di wilayah Mojokerto dan Tulungagung yang merupakan kawasan bekas Kerajaan Majapahit.

Ilustrasi Membatik
Ilustrasi Membatik (SHUTTERSTOCK)

Tradisi membatik hanya dikenal di dalam wilayah kerajaan.

Batik menjadi sesuatu yang ningrat dan eksklusif karena hanya digunakan sebagai pakaian raja dan para pembesar kerajaan.

Namun, seiring berjalannya waktu tradisi batik mulai menjalar ke wilayah luar kerajaan.

Teknik batik sebenarnya sudah ada sejak seribu tahun silam.

Teknik ini diperkirakan berasal dari Mesir Kuno atau Sumeria.

Teknik membatik berkembang dan menyebar sampai ke beberapa negara yaitu Indonesia, China, Afrika, dan Ukraina.

Selain itu, batik juga memiliki jenis dan motif-motifnya.

Dikutip dari dpmpts.cianjurkab.go.id berikut jenis-jenis batik.

Baca juga: Raih Dua Gelar di Lomba Fashion Show di Banjarbaru, Fajri Wakili Kalsel di Festival Model Batik

Baca juga: Bongkar Fakta Perut Buncit Lesti Kejora & Aurel, Dokter Kandungan Sebut Istri Rizky Billar Alami Ini

Jenis-jenis batik

Batik nasional memiliki beragam jenis yang dilihat dari segi daerah produksinya.

Salah satunya yang paling unik adalah jenis batik tiga negeri.

Disebut dan dinamakan batik tiga negeri karena dibuat di tiga daerah yaitu Lasem, Solo, dan Pekalongan.

Lalu, dilihat dari cara pembuatan, komposisi, dan kekhasan tiga daerah menjadi satu, maka harga batik tiga negeri paling mahal di antara yang lain.

Jenis batik terkenal lainnya di Indonesia antara lain Batik Mega Mendung Cirebon, Batik Tujuh Rupa Pekalongan, Batik Parangkusumo.

Selain itu, ada juga Batik Sekar Jagad Solo Yogyakarta, Batik Tambal Yogyakarta, Batik Lasem Rembang, Batik Singa Barong Cirebon, Batik Jlamprang, Batik Terang Bulan, Batik Cap Kombinasi Tulis, Batik Tiga Negeri Pekalongan, Batik Sogan Pekalongan, dan lain sebagainya.

Anggota Komunitas Batik Makarya, Larangan Selatan, Kota Tangerang, Ksmis (1/10/2030), menggelar kegiatan membatik bersama dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. Masa pandemi tak menyurutkan mereka untuk berkarya sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa.
Anggota Komunitas Batik Makarya, Larangan Selatan, Kota Tangerang, Ksmis (1/10/2020), menggelar kegiatan membatik bersama dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. Masa pandemi tak menyurutkan mereka untuk berkarya sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa. (WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

Aneka Motif Batik

Zaman dulu, motif batik lebih banyak dikenal bernuansa tradisional Jawa, Islami, Hindunisme, dan Budhisme,

Namun, seiring perkembangan zaman motif batik pun beragam.

Selain itu, cara pembuatannya tidak sebatas ditulis menggunakan canting dan memakan waktu yang lama.

Saat ini, kain batik dibuat dengan menggunakan teknik printing, cap, dan lain sebagainya untuk memenuhi permintaan pasar.

Motif-motif pada batik dicap dengan alat stempel tertentu sehingga tercipta produksi massal.

Sementara itu, batik tulis dibuat dengan canting yang dibanderol dengan harga paling mahal.

Hal tersebut dikarenakan tingkat kerumitannya karena batik tulis termasuk jenis kain yang menduduki level paling natural dalam proses produksinya.

(Tribunnews/Devi Rahma)

Artikel ini tayang di Tribunnews.com dengan judul Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Lengkap dengan Jenis-Jenis dan Motif Batik.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved