Breaking News:

Berita Banjarbaru

Sehari Terima Pengaduan NIK Tak Terbaca hingga 50 Orang, Begini Penjelasan Disdukcapil Banjarbaru

Sejak vaksinasi gencar dilaksanakan, Disdukcapil Banjarbaru menerima banyak pengaduan NIK tak terbaca

Penulis: Siti Bulkis | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/siti bulkis
Para siswa SMA di Kota Banjarbaru melakukan pengecekan data NIK sebelum mengikuti vaksinasi, Kamis (7/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarbaru terima banyak aduan Nomor Induk Kependudukan (NIK). 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Disdukcapil Kota Banjarbaru, Dra Sri Fatma Karmila, MM melalui Kepala Seksi Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Helmy Nazar.

"Setiap hari ada laporan aduan masalah NIK tidak terbaca saat hendak mengikuti vaksinasi," kata Helmy, Kamis (7/10/2021).

Tiap harinya hampir sekitar 50 orang melaporkan aduan NIK yang masuk ke pihaknya. Dan yang terbaru ada 14 NIK Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas dan satu, diantaranya terdapat duplikat. 

Baca juga: NIK Peserta Vaksin Covid-19 Bermasalah, Begini Kata Plt Disdukcapil Kota Banjarmasin

Baca juga: Terdata di Banjarbaru 178.802 Wajib KTP, Kebijakan NIK Lebih Valid dan Menguntungkan

Terkait hal tersebut, Helmy menjelaskan, data yang tidak aktif harus diaktifkan atau di update terlebih dahulu agar  bisa masuk dan terbaca aplikasi vaksin. 

Penyebab data tidak sinkron bisa dikarenakan perubahan data seperti perubahan alamat bisa membuat data tidak terbaca.

Sementara yang terduplikasi kemungkinan menurutnya ada dua data NIK.

"Data ini harus dicek terlebih dahulu dan bila memungkinkan akan kita pakai salah satu NIK yang bisa terbaca untuk digunakan di aplikasi vaksin," jelasnya. 

Sambung Helmy, NIK yang terduplikasi dua daerah harus menggunakan surat pindah, sehingga bila ada data semacam itu terjadi pada peserta terpaksa tidak bisa mengikuti vaksinasi. 

Baca juga: Aturan Pendaftaran PPPK Guru 2021, NIK Harus Terdaftar di Dapodik

Dalam artian calon peserta vaksinasi harus terlebih dahulu mengurus data kependudukannya. 

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat khususnya di Kota Banjarbaru yang datanya mengalami hal serupa bisa menghubungi Call Center Disdukcapil di nomor 08115163674. 
(Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved