Selebrita

Tolak Stigma Kenzo Pembawa Sial, Baim Wong Tegaskan Ini Saat Tulis Permintaan Maaf untuk Kakek Suhud

Lahirnya Kenzo Eldrago Wong dari Paula Verhoeven Heboh. Baim Wong malah dihujat karena Kakek Suhud. Ayah Kiano Tiger Wong tolak stigma pembawa sial.

Editor: Murhan
Instagram kianotigerwong
Kiano Tiger Wong bersama Kenzo Eldrago Wong, Paula Verhoeven dan Baim Wong 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kebahagiaan lahirnya Kenzo Eldrago Wong dari rahim Paula Verhoeven tercoreng. Youtuber Baim Wong malah dihujat karena tindakannya pada Kakek Suhud.

Bahkan, nama ayah Kiano Tiger Wong itu trending hingga panen hujatan. Bukan hanya itu, subscriber akun youtube Baim Paula juga berkurang lebih 200 ribu.

Meski begitu, Baim Wong menegaskan anak keduanya itu bukan pembawa sial.

Baru-baru ini, aktor sekaligus Youtuber Baim Wong akhirnya mengurai klarifikasi.

Baca juga: Tetangga Bongkar Siapa Kakek Suhud yang Bikin Baim Wong Dihujat, Sebut Omongannya Tak Sesuai Fakta

Baca juga: Keluarkan Baim Wong dari Daftar Pertemanan, Sikap Raffi Ahmad Bikin Luna Maya Syok

Baim Wong meminta maaf kepada kakek Suhut, pria tua yang sempat ia marahi.

Seperti diketahui, sosok Baim Wong belakangan jadi trending di media sosia.

Hal itu lantaran Baim Wong dinilai tak sopan karena memarahi kakek Suhut dan menyebut sang kakek sebagai pengemis yang meminta-minta.

Padahal saat itu, kakek Suhut hanya ingin berjualan dan menawarkan dagangannya ke Baim Wong.

Momen saat Baim Wong dan kakek Suhut bertemu itu terekam dalam vlog di kanal Baim Paula, Jumat (8/10/2021).

Pascavideo tersebut diunggah, Baim Wong langsung jadi sasaran kemarahan netizen.

Baca juga: Akhirnya Amanda Manopo Akui Sedang Jatuh Cinta, Ternyata Bukan pada Evan Sanders dan Arya Saloka

Baca juga: Beda dengan Azriel, Ini Sikap Aurel dan Atta Halilintar Kala Raul Lemos Pulang ke Rumah Krisdayanti

Khalayak menilai Baim Wong melakukan tindakan tak pantas kepada kakek Suhut.

Akibatnya, nama Baim Wong pun bertengger di jajaran trending selama berhari-hari.

Sadar dirinya jadi sorotan, Baim Wong akhirnya angkat bicara.

Melalui unggahannya di laman Instagram, Baim Wong menuliskan permintaan maafnya kepada kakek Suhut.

Suami Paula Verhoeven mengakui bahwa ia salah terhadap kakek Suhut.

Baim Wong pun menyebut ia harusnya bisa bersikap lebih sopan terhadap kakek Suhut.

Tak hanya minta maaf, Baim Wong juga mengaku ingin bertemu kakek Suhut.

Baim Wong ingin minta maaf secara langsung kepada kakek Suhut jika sang kakek berkenan.

Baca juga: Nasib Rumah Tangga Celine Evangelista dan Stefan William Diungkap Jennifer Jill, Singgung Perceraian

Baca juga: Perubahan Sikap Sirajuddin Dibeberkan Zaskia Gotik, Terungkap Usai Isu Keretakan Rumah Tangga

"Maap untuk kesalahan saya..
Untuk Kakek Suhut ..
Maap ya .. saya salah..
Seharusnya saya bisa lebih sopan..
Banyak belajar saya..
Kalau memang diijinkan..
Insyaallah nanti kalau bisa, saya mau ketemu untuk bilang langsung..
Sekali lg maap Pak," pungkas Baim Wong, Rabu (13/10/2021).

Bukan cuma kepada kakek Suhut, Baim Wong juga membuat tulisan untuk sang anak kedua, Kenzo Eldrago Wong.

Seperti diketahui, momen saat Baim Wong dihujat seluruh Indonesia bertepatan dengan kelahiran Kenzo.

Terkait hal tersebut, Baim Wong menuliskan pesan menyentuh untuk anaknya itu.

Baim Wong mengaku bersyukur karena berkat kelahiran Kenzo, ia bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi.

"Lahirnya Eldrago adalah moment saya untuk belajar..
Ketika Allah kasih teguran untuk saya.. berarti Allah masih sayang sama saya..
Ga ada perasaan yg lebih senang daripada sekarang..
Ga henti2nya saya Bersyukur untuk bilang Alhamdulilah ..
karena kejadian ini ..

Untuk Kenzo Eldrago ..
Moment ini ada ketika km lahir..
Papah yakin, nantinya km Akan jadi anak yg kuat ..
Jangan bilang karena km lahir ,papah jd begini.dan bilang ini kesialan..
Kebalikannya sayang..
Papah Bersyukur adanya kejadian ini..
Ga salah papah namain km Eldrago..
Km yg ngajarin Papah untuk bisa lebih menghargai kehidupan," ungkap Baim Wong.

Permintaan maaf yang dilayangkan Baim Wong itu menuai simpati dari khalayak.

Termasuk dari Tubagus Zainal Arifin atau yang karib disapa Uncle Teebob.

Sempat menyoroti kehebohan Baim Wong dan kakek Suhut, Uncle Teebob kagum pada sikap sang aktor.

Pria yang dikenal sebagai sosok yang kerap berbagi pada kaum tak mampu itu salut dengan sikap Baim Wong yang mau minta maaf kepada kakek Suhut.

"BERJIWA BESAR N LAKI2 SEJATI n I PROUD OF YOU BRO
Ini pembelajaran buat Kita semua dan untungnya bukan Kita yg mengalami…
Bagaimana kalau kalian yg mengalami ? Akankah tetap berharap orang membenci ?
Jangan menyimpan benci dan dendam Dalam hati karena akan membuat busuk selamanya hati Kita
MEMANUSIAKAN MANUSIA DENGAN SALING MEMAAFKAN," tulis Uncle Teebob, Rabu (13/10/2021).

Seperti diketahui, nama Baim Wong belakangan jadi perbincangan lantaran videonya saat memarahi kakek bernama Suhut viral.

Nama Baim Wong bahkan sempat jadi trending selama dua hari yakni pada Sabtu dan Minggu (9-10 Oktober 2021) gara-gara hal tersebut.

Baim Wong dituding melakukan hal yang tidak pantas karena sudah memarahi kakek berusia 77 tahun itu.

Baim Wong bahkan dikecam dan diancam akan dilaporkan ke Komnas HAM.

Baca juga: Selepas Ayu Ting Ting, Sahrul Gunawan Kini Dijodohkan dengan BCL Gegara Foto Bareng Jenderal Ini

Baca juga: Pernikahan Verrell Bramasta dan Ranty Maria di Sinetron Pupa Tuai Kecaman, Isu Tamat Pun Disinggung

Mitos Pembawa Sial, Apa Pandangan Islam?

Banyak mitos masih bertebaran tentang pembawa sial. Tak terkecuali di kawasan perkotaan.

Pembawa sial dipercaya bisa berbentuk beragam hal. Mulai orang, barang, hingga angka tertentu. Misalnya saja, kita masih sering melihat banyak lift di pusat perbelanjaan atau hotel tidak mau menggunakan nomor tertentu untuk penanda lantainya.

Si pengelola percaya jika menggunakan angka tersebut akan membawa sial. Maka, angka itu pun ditambah dengan huruf untuk mengganti angka yang dianggap mendatangkan kerugian.

Begitu pula dengan penanggalan. Sebagian masyarakat kita masih percaya ada tanggal baik dan tanggal buruk. Tanggal baik akan dipilih untuk waktu penyelenggaraan pernikahan, khitanan, dan acara besar lainnya.

Sebaliknya, tanggal buruk akan dijauhi karena khawatir bisa mendatangkan malapetaka bagi acara yang diselenggarakan.

Orang bahkan bisa dicap sebagai pembawa sial. Syahdan, ada seorang wanita yang menikah dengan teman sekerjanya.
Setelah berkeluarga, mereka pun kerap mengalami cobaan, seperti bencana, sakit, kerugian, dan kecelakaan. Kejadian buruk itu sudah terjadi sebelum keduanya menikah.

Hanya, suami dan keluarganya berprasangka bahwa istrinyalah pembawa sial. Jiwa sang istri pun tertekan karena adanya prasangka tersebut.

Bila ditilik dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sial artinya tidak mujur dan segala usahanya selalu tidak berhasil (seperti sukar mendapat rezeki, sukar mendapat jodoh).

Sesuatu yang dianggap membawa ketidakmujuran atau pertanda buruk pun dikatakan sebagai pembawa sial.

Mufti Agung Al Azhar Mesir Prof Dr Ali Jum'ah Muhammad mengatakan, anggapan adanya pertanda buruk pada sesuatu adalah salah satu tradisi kaum jahiliyah. Tradisi ini dihapuskan dan terlarang di dalam Islam.

Tak kurang, Firaun dan pengikutnya pernah menuding Musa sebagai pembawa sial. Tudingan itu disampaikan saat Allah mencabut kebaikan berupa kesuburan, kelapangan, dan kesehatan.

Saat itu, Mesir dilanda musim kemarau yang panjang. Paceklik terjadi dan tumbuh-tumbuhan tak mau menghasilkan pangan. Padahal, dahulu mereka hidup dalam kemakmuran.

Firaun lantas menuduh musibah itu disebabkan Musa. Allah pun berfirman bahwa kesialan yang mereka alami merupakan ketetapan dari Allah. Sedangkan, banyak di antara mereka yang tidak mengetahui (QS al-Araf [7] 130-131).

Pada zaman jahiliyah, masyarakat Makkah menganggap datangnya burung malam atau kadang disebut burung hantu sebagai penanda sial.

Sebagian orang berkeyakinan kalau rumahnya didatangi burung tersebut, ada salah seorang dari penghuninya yang akan wafat.
Pada masa Rasulullah SAW hidup, ada sebagian orang yang berkeyakinan bahwa bulan Safar sebagai bulan kedua tahun Hijriyah adalah bulan sial dan penuh bala.

Acara bepergian serta aktivitas pun dibatalkan karena mitos ini. Mitos juga terjadi bahwa pada Rabu terakhir di bulan Shafar, diturunkan 320 ribu bala.

Bahkan, ada yang menyebarkan hadis palsu tentang bulan Shafar, yakni, "Barang siapa yang bergembira dengan keluarnya bulan Shafar maka aku akan berikan kabar gembira dengan surga".

Rasulullah memang pernah bersabda tentang adanya kesialan pada tiga hal. Hanya, hadis itu harus ditempatkan pada konteksnya.

"Tidak ada penularan penyakit dan tidak ada ramalan sial, tapi terdapat kesialan pada tiga: kuda, perempuan, dan rumah." (Muttafaq alaih).

Dalam hadis ini, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa maksud kesialan di sini adalah kesialan yang dapat mendatangkan permusuhan dan bencana. Bukan anggapan sebagian orang yang meyakini bahwa ketiga hal tersebut dapat membawa sial.

Ini terbukti dalam hadis lainnya yang diriwayatkan Sa'ad bin Abi Waqqash RA. Rasulullah SAW bersabda, "Tiga hal yang membuat bahagia: istri yang jika kamu lihat menyenangkanmu dan jika kamu tinggalkan maka kamu merasa tenang atas dirinya dan hartamu, hewan tunggangan yang berjalan cepat sehingga dapat membawamu menyusul para rekanmu dan rumah yang luas dengan banyak fasilitas.

Dan tiga hal yang termasuk kesusahan: Istri yang jika kamu lihat maka ia menjengkelkanmu, suka menjelekkanmu dengan mulutmu dan jika kamu tinggalkan kamu tidak tenang atas dirinya dan hartamu, hewan tunggangan yang lambat, jika kamu pukul maka ia akan menurutimu, tapi jika kamu biarkan maka ia tidak akan membawamu menyusul para sahabatmu dan rumah yang sempit yang tidak mempunyai banyak fasilitas."

Saat ditanya tentang hari sial, Muktamar ke-3 Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya pun memilih pendapat yang tidak membolehkan.

Fatwa Muktamar NU pun memutuskan, "Barang siapa yang bertanya tentang hari sial dan sesudahnya maka tidak perlu dijawab, melainkan dengan berpaling, menganggap bodoh tindakannya dan menjelaskan keburukannya, dan menjelaskan bahwa semua itu merupakan kebiasaan orang Yahudi, bukan petunjuk bagi orang Islam yang bertawakal kepada penciptanya yang tidak pernah menggunakan hisab (perhitungan hari baik dan buruk)."

"Sedangkan, keterangan mengenai hari-hari apes dan semacamnya yang dinukil dari Ali karramallahu wajhah adalah batil dan merupakan suatu kebohongan yang tidak memiliki dasar. Karena itu, berhati-hatilah kalian dari hal-hal tersebut."

Dari penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa menganggap sesuatu mendatangkan kesialan adalah dilarang dalam syariat Islam. Karena segala sesuatu berjalan sesuai dengan kekuasaan Allah. Nomor, barang, atau istri seseorang tidak mungkin mendatangkan kebaikan atau keburukan bagi seseorang. Wallahu a'lam.

Baca Selanjutnya: Akhirnya ekspresi baim wong saat bertemu kakek suhud disorot pakar ekspresi marahnya beneran

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Disindir Sikapnya Kurang Sopan, Baim Wong Bakal Lakukan Ini saat Ketemu Kakek Suhut: Maap Saya Salah

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved