Breaking News:

Maulid Nabi Muhammad SAW 2021

Maulid Nabi Muhammad SAW 2021, Begini Pandangan 4 Mazhab Membahas Peringatan Kelahiran Rasulullah

Inilah hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2021 menurut 4 Mazhab.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
jumadi
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas, Kalteng dihadiri Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat, di Masjid Noor Taqwa Lupak Dalam, Minggu (19/12/2016). 

“Tidaklah suatu rumah atau tempat yang di dalamnya dibacakan maulid Nabi Saw, kecuali malaikat mengelilingi penghuni tempat tersebut dan Allah memberi mereka limpahan rahmat dan keridloan”.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Mahligai Sultan Adam.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Mahligai Sultan Adam. (banjarmasinpost.co.id/hari widodo)

4. Ulama Imam Hambali

Al-Imam Ibnu Taimiyyah dari kalangan madzhab Hanbali mengatakan:

فَتَعْظِيْمُ الْمَوْلِدِ وَاتِّخَاذُهُ مَوْسِمًا قَدْ يَفْعَلُهُ بَعْضُ النَّاسِ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهِ أَجْرٌ عَظِيْمٌ لِحُسْنِ قَصْدِهِ وَتَعْظِيْمِهِ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ

“Mengagungkan maulid Nabi dan menjadikannya sebagai hari raya telah dilakukan oleh sebagian manusia dan mereka mendapat pahala besar atas tradisi tersebut, karena niat baiknya dan karena telah mengagungkan Rasulullah Saw”.

Bahkan merayakan maulid Nabi bisa menjadi wajib bila menjadi sarana dakwah yang efektif untuk menandingi perayaan-perayaan lain yang terdapat banyak kemunkaran. Al-Syaikh al-Mubasyir al-Tharazi menegaskan:

إِنَّ الْاِحْتِفَالَ بِذِكْرَى الْمَوْلِدِ النَّبَوِيِّ الشَّرِيْفِ أَصْبَحَ وَاجِبَا أَسَاسِيًّا لِمُوَاجَهَةِ مَا اسْتُجِدَّ مِنَ الْاِحْتِفَالَاتِ الضَّارَّةِ فِيْ هَذِهِ الْأَيَّامِ.

“Sesungguhnya perayaan maulid Nabi menjadi wajib yang bersifat siyasat untuk menandingi perayaan-perayaan lain yang membahayakan pada hari ini”.

Baca juga: Amalan Malam Jumat Pertama Bulan Rabiul Awal 1443 H, Shalawat dan Membaca Yasin Jangan Dilewatkan

Dari beberapa keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa tradisi merayakan Maulid Nabi merupakan bid’ah yang baik (disunahkan), meski tidak pernah dilakukan pada zaman Nabi Muhammad, karena di dalamnya terdapat sisi mengagungkan dan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad.

Bahkan, hukum merayakan maulid bisa menjadi wajib bila menjadi sarana dakwah yang paling efektif untuk mengimbangi acara-acara yang membahayakan moral bangsa.

Pesan Moral dari Peringatan Maulid Nabi

Nilai moral yang dapat diambil dari perayaan Maulid Nabi adalah menyimak akhlak terpuji dari Nabi Muhammad SAW.

Adapun akhlak terpuji itu merupakan ajaran moral yang baik untuk seluruh umat manusia.

Suasana acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Akbar Paringin, Kabupaten Balangan, Senin (19/1/2015) malam.
Suasana acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Akbar Paringin, Kabupaten Balangan, Senin (19/1/2015) malam. (banjarmasinpostgroup/elhami)

Kemudian, diharapkan umat manusia dapat mempraktikan sifat-sifat terpuji Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, nasihat dan pengarahan dari para ulama dalam perayaan Maulid Nabi juga dapat menjadi tuntunan dan bimbingan agama.

Simak amalan-amalan sunah menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW yang bisa umat mulim laksanakan.

1. Membaca Sholawat Nabi

Saat Maulid Nabi Muhammad SAW, umat muslim dianjurkan untuk banyak membaca Sholawat nabi.

Sholawat nabi yang sering dibaca umat muslim yaitu Sholawat yang terdapat dalam salat lima waktu.

Atau bisa juga membaca bacaan selawat-Sholawat lain.

Ilustrasi. Maulid Nabi Muhammad SAW Jatuh pada 29 Oktober 2020 (Tribun Sumsel)

Seperti Sholawat Ma'tsuroh, Sholawat Ibrohimiyah, Sholawat Al-fatih, SeQuthbul Aqthob, Sholawat Ummy, Sholawat Ghozali, Sholawat Munjiyat, dan Sholawat Kamilat.

Baca juga: Tata Cara Shalat Tahajud Dilengkapi Bacaan Niat dalam Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan

2. Perbanyak Sedekah

Selain memperbanyak Sholawat nabi, umat muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak bersedekah.

Di sejumlah wilayah umat muslim bisa bersedekah melalui tradisi perayaan Maulid Nabi seperti Karesen di Mojokerto, Bungo Lado di Padang Pariaman, dan Baayun Maulid di Banjarmasin.

Melalui tradisi-tradisi tersebut, umat muslim biasanya bersedekah dalam bentuk makanan, uang, maupun kebutuhan pokok.

3. Menjalankan Puasa

Dilansir dari Tribun Timur, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW umat islam juga dianjurkan untuk berpuasa.

Ketika beliau ditanya mengapa berpuasa pada hari Senin, Nabi Muhammad SAW menjawab, "Pada hari itu aku dilahirkan dan hari aku dibangkitkan (atau hari itu diturunkan [Al-Qur'an] kepadaku)" (HR. Muslim).

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved