Breaking News:

Berita Tapin

Soal Jalan Longsor di Desa Tatakan Akses Makam Datu Nuraya, Kadis PUPR Tapin Ungkap Hal Ini

Longsor jalan akses wisata religi Makam Datu Nuraya dan Makam Datu Sanggul di Desa Tatakan Tapin diduga karena pengaruh intensitas hujan tinggi.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene
Kondisi jalan longsor di Desa Tatakan Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Longsor jalan akses menuju wisata religi Makam Datu Nuraya dan Datu Sanggul di Desa Tatakan Tapin, pada Senin (18/10/2021) pagi diduga karena pengaruh curah hujan tinggi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Tapin Yustan Azidin mengatakan terkait longsor di jalan tersebut memang diakibatkan intensitas hujan yang cukup tinggi.

"Untuk diketahui, terkait jalan tersebut sebelum terjadi longsor juga sudah dialihkan melewati jalan yang baru dibangun," jelasnya.

H. Yustan mengatakan karena jalan yang longsor tersebut berdekatan dengan area aktifitas pertambangan.

Baca juga: Masyarakat Desa Banua Halat Gelar Tradisi Baayun Maulid Tepat Malam 12 Rabiul Awal Ini

Baca juga: BPBD Tapin Petakan Lokasi Khusus Siaga Bencana Banjir dan Longsor Serta Angin Puting Beliung

Baca juga: Kantongi Sabu, Pria Warga Murung Pudak Tabalong Ini Diciduk Polisi Saat di Warung Pancing

"Tanah tersebut merupakan aset milik Pemkab Tapin. Tepatnya di Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin," jelasnya.

Ia mengatakan sampai saat ini memang jalan tersebut masih difungsikan oleh masyarakat yang berdagang di sekitar area makam Datu Nuraya dan Datu Sanggul," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tatakan, H Ilhamsyah mengatakan, untuk akses jalan menuju wisata religi makam Datu Nuraya dan Makam Datu Sanggul masih ada jalan alternatif lain.

"Jalan yang terkena longsor itu memang sudah lama hampir tidak dilewati sehingga ada jalan alternatif lain yang baru dibangun. Hanya saja mungkin kebanyakan masyarakat belum tahu persis jalan yang baru," jelasnya.

H. Ilhamsyah mengatakan jalan yang terputus itu merupakan akses ke makam Datu Nuraya yang biasa digunakan para peziarah, kalau untuk masyarakat sendiri kurang berfungsi kecuali keperluan para pedagang.

"Saya berharap agar masyarakat baik para wisatawan maupun masyarakat sekitar agar semakin terbiasa menggunakan akses jalan baru yang dibangun perusahan," jelasnya.

(banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved