Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Bea Cukai Kalbagsel Setor Kas Negara Lampaui Target, September Realisasi Penerimaan Rp1,068 Triliun

Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan (Kanwil DJBC Kalbagsel) beserta lima satuan kerja di wilayanya

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Syaiful Akhyar
Heny untuk banjarmasinpost.ci.id
Kakanwil DJBC Kalbagsel, Ronny Rosfyandi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sampai dengan September 2021, Bea Cukai Kalbagsel berhasil merealisasikan penerimaan sebesar Rp1,068 triliun yang jauh melampaui target.

Ini tak lepas Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalbagsel, Ronny Rosfyandi dalam berbagai kesempatan terus mendorong jajarannya agar melakukan upaya terbaik dalam menjalankan tupoksi Bea Cukai.

Terpaan pandemi Covid-19 tidak menyurutkan kinerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan (Kanwil DJBC Kalbagsel) beserta lima Satuan Kerja di wilayahnya.

KPPBC TMP B Banjarmasin, KPPBC TMP C Kotabaru, KPPBC TMP C Palangka Raya, KPPBC TMP C Sampit dan KPPBC TMP C Pangkalan Bun untuk senantiasa berupaya optimal dalam mengumpulkan pundi-pundi penerimaan negara.

Baca juga: Sikapi Lubang Tambang Menganga di Bukitmulya, Aktivis NGO Tanahlaut Siapkan Aksi Demontrasi

Baca juga: Peringatan Hari Santri Nasional 2021 Digelar di Alun-alun Ratu Zaleha Martapura

Baca juga: Lubang Tambang Menganga di Bukitmulya, Wakil Rakyat Tala Isyaratkan Segera Panggil Pihak Terkait

Salah satunya sebagai Revenue Collector, terlebih saat ini dimana Indonesia membutuhkan banyak dana untuk Pemulihan Ekonomi Nasional akibat pandemi Covid-19.

Meskipun tidak mudah dan banyak tantangan Bea Cukai Kalbagsel berkomitmen penuh untuk bekerja optimal
guna mengumpulkan penerimaan negara.

"Sampai dengan September 2021 Bea Cukai Kalbagsel berhasil merealisasikan penerimaan sebesar Rp 1,068 triliun dari target tahunan APBN sebesar Rp55,26 miliar," papar Kepala Seksi Penerimaan dan Pengelolaan Data, Arif Setiawan, Kamis (21/10/2021).

Penerimaan tersebut, lanjut dia, berasal dari Bea Masuk senilai Rp 39,92 miliar, Cukai senilai Rp 623,59 juta, dan
Bea Keluar senilai Rp 1,028 triliun.

Ditambahkan Arif, capaian-capaian penerimaan Bea Cukai Kalbagsel merupakan kontribusi dan effort optimal dari lima Satuan Kerja di wilayah Kanwil DJBC Kalbagsel.

“Adapun penyumbang Bea Masuk terbesar berasal dari alat berat mesin dan peralatan mekanis, Cukai berasal dari liquid vape dan sigaret, sedangkan Bea Keluar berasal komoditi sawit dan turunannya,” ungkap Arif.

Tak hanya itu, sampai dengan September 2021 Bea Cukai Kalbagsel juga mengumpulkan penerimaan di sektor Pajak sebesar Rp 4,624 triliun, antara lain berupa PPN Impor senilai Rp 467,22 miliar, PPh Impor senilai Rp 101,14 miliar, PPh Ekspor senilai Rp 452,60 miliar, PPN HT / DN senilai Rp 275,26 miliar dan Dana Sawit senilai Rp 3,328 triliun.

Dengan demikian total penerimaan negara yang berhasil dihimpun oleh Bea Cukai Kalbagsel sampai dengan bulan September 2021 adalah sebesar Rp 5,692 triliun.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalbagsel, Ronny Rosfyandi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pelaku usaha, pengguna jasa dan stakeholder atas kepatuhannya dalam melaksanakan kewajiban kepada negara, yang
berdampak positif dalam mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Terima kasih kepada seluruh pegawai Bea Cukai Kalbagsel atas dedikasi dan kerja kerasnya, sehingga capaian penerimaan sampai bulan September 2021 optimal. Kita akan terus bekerja cerdas dan bersinergi dengan instansi lain untuk mengumpulkan pundi-pundi negara demi kesejahteraan bangsa kita” pungkas Ronny.

(banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved