Breaking News:

Kampusiana

Yudisium STIH Sultan Adam Banjarmasin, Mahasiswa Program Magister Ini Bersyukur Bisa Ikut Tatap Muka

Sebanyak 140 mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sultan Adam Banjarmasin, mengikuti kegiatan Yudisium

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi
Prosesi yudisium mahasiswa program sarjana dan magister, STIH Sultan Adam Banjarmasin, Rabu (27/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 140 mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sultan Adam Banjarmasin, mengikuti kegiatan Yudisium.

Mereka masing-masing terdiri dari 100 mahasiswa program Sarjana dan 40 mahasiswa program Magister.

Yudisiawan magister STIH Sultan Adam Banjarmasin, Iman Suryana SH MH, mengaku bersyukur karena masih bisa mengikuti Yudisium secara tatap muka.

"Tentu merasa senang, karena selama ini perkukiahan dilaksanakan secara daring, dan hari ini bisa berkomunikasi langsung bersama rekan-rekan mahasiswa secara langsung.

Baca juga: Gelar Wisuda dan Dies Natalis ke-38, STIH Sultan Adam Banjarmasin Luluskan 198 Sarjana dan Magister

Baca juga: STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin Merger dengan STIH Kapuas, Resmi Menjadi Universitas

Diungkapkan Ketua STIH Sultan Adam Banjrmasin, DR H Abdul Halim, SH MH, pihaknya juga bersyukur karena kembali bisa melaksanakan prosesi Yudisium.

"Kami merasa bersyukur dan merasa berbahagian, karena bisa kembali melaksanakan wisuda," ujarnya.

Halim berharap Yudisiawan dan Yudisiawati dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat, dengan cara mengembangkan pengetahuan potensi mereka.

"Saya mengharapkan agar mereka bisa mengaplikasikan ilmu yang meraka peroleh selama ini," jelasnya.

Baca juga: VIDEO Wisuda dan Dies Natalis ke-38, STIH Sultan Adam Banjarmasin Luluskan 198 Sarjana dan Magister

Agar tidak terjadi kerumunan, acara wisuda dilaksanakan secara terbatas. Pesertanya pun menjalani tes PCR satu hari sebelum kegiatan berlangsung.

"Yang boleh masuk ke ruangan hanya peserta Yudisium, anggota keluarga terpaksa tidak boleh masuk. Ini semua kami lakukan karena tidak mau adanya kluster baru covid-19," jelasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved