Harga Bitcoin

Harga Bitcoin Hari Ini Naik Lagi di Angka US$61.591, Aset Kripto Siap-siap Rebound

Harga Bitcoin hari ini naik lagi. Tak hanya crypto currency tertua itu, tapi mayoritas aset kripto lainnya pun menunjukkan tanda-tanda siap rebound.

Penulis: Mariana | Editor: Anjar Wulandari
PEXELS/WORLDSPECTRUM
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, dan cryptocurrency. Harga Bitcoin Hari Ini Naik Lagi di Angka US$61.591, Aset Kripto Siap-siap Rebound 

Dia mengamati, bahwa saat ini amunisi bearish tampak sudah habis karena selama ini sentimen negatif dipicu oleh China. “Sedangkan dengan tidak adanya pijakan jelas oleh China lagi, maka jelas apapun yang berhubungan dengan China hanya akan menjadi angin lalu,” pungkas dia.

Oleh karena itu, sesuai ilmu investasi dasar, saat harga Bitcoin, Ethereum, Binance, Dogecoin dlll sedang turun, investor bisa menggunakan periode ini untuk membeli. Nantinya, jika harga Bitcoin, Ethereum, Binance, Dogecoin dlll telah naik, bisa dijual kembali.

Sebelumnya, harga uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Binance, Cardano, XRP dll dalam tren melorot selama sepekan terakhir. Apakah penurunan harga Bitcoin, Ethureum, Binance, Cardano, XRP, Polkadot dll akan berlanjut?

Pasar aset kripto sedang koreksi dalam seminggu terakhir. Merujuk CoinMarketCap, per 28 Oktober 2021 pukul 18.00 WIB, dalam seminggu terakhir bitcoin (BTC) sudah turun 6,66%, Ethereum (ETH) turun 3,49%, dan Binance (BNB) turun 2,47%.

Lalu, pada perdagangan hari ini, Jumat (29/10) pukul 07.08 WIB, harga Bitcoin di level US$ 60.687,93, masih turun 3,33% dalam 7 hari perdagangan. Pada periode yang sama, harga Cardano turun 7,47% menjadi US$ 2.

Harga XRP turun 3,15% menjadi US$ 1,06. Kemudian harga Polkadot 3,38% menjadi US$ 41,82.

bitcoin 099.jpg
bitcoin 099.jpg (reuters)

CEO Triv Gabriel Rey, menilai lemahnya harga Bitcoin, Ethereum, dan Binance dalam seminggu terakhir karena harganya yang sudah berada di wilayah overbought. Hal tersebut karena kenaikannya yang terlalu cepat dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut dia, koreksi yang terjadi di pasar aset kripto ini dinilai akan sementara. Gabriel menyebut, di on-chain, permintaan terhadap aset kripto tetap sesuai dengan harganya.

Ke depannya, dia menimbang bahwa kemunculan exchange-traded fund (ETF) aset kripto rilisan terbaru, akan menjadi katalis positif untuk pasar aset kripto secara umum, termasuk bagi harga Bitcoin,, Ethereum dll.

“Pertimbangan berikutnya, ETF futures terus bermunculan, dan ada vendor-vendor baru, yang biasanya tiap grup ini mempunyai dana masing-masing sendiri yang akan terlibat dalam projek ETF ini,” kata dia dilansir Kontan.co.id, Kamis (28/10).

Ekspektasi Gabriel di tahun 2022 nanti akan dirilisnya ETF dalam bentuk spot fisik yang aset dasarnya bukan lagi pasar berjangka. Kemunculan ETF baru ini menurutnya akan menarik investor ritel lebih besar lagi.

Baca juga: Harga Bitcoin Hari Ini Malah Nyungsep di US$62.819, Gara-gara Elon Musk?

Baca juga: Harga Bitcoin Hari Ini Tembus 62.682 Dollar AS, Aset Kripto Catat Rekor Baru

Hal menarik dari ETF spot fisik adalah management fee yang ditetapkan akan lebih murah, hanya sekitar 1% per tahunnya. Gabriel menilai, saat ini ETF berjangka yang sudah dirilis management fee-nya, sebesar 15%. “Jadi istilahnya, kalau bitcoin tidak naik 15% dalam satu tahun, itu para ritel akan rugi untuk beli ETF futures ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Gabriel menjelaskan, bahwa katalis negatif di pasar aset kripto dapat datang dari Tether (USDT) yang diusut kembali oleh pemerintah Amerika Serikat (AS). Menurutnya hal tersebut akan menjadi black swan event dan akan sangat berbahaya. “Kalau ini terjadi ya kita mesti siap-siap hedge posisi kita, kripto kita ditukarkan dengan fiat, dengan mata uang rupiah,” kata Gabriel.

(Banjarmasinpost.co.id/mariana/kontan.co.id)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved