Berita Banjarmasin

DPRD Kalsel Menduga Vaksinasi Jadi Kendala Penerapan PTM di Sekolah

Wakil Ketua DPRDi Kalsel, Syarifudin, menduga belum sampai 50 persen pelajar yang divaksin sehingga sekolah tidak bisa Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BIDDOKKES POLDA KALSEL
Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, serta Kabid Dokkes Polda Kalsel memantau vaksinasi Covid-19 di SMAN 7 Banjarmasin, Senin (1/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masih banyaknya sekolah SMA SMK dan SLB yang belum mengusulkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sementara Pemprov Kalsel mendorong agar semua sekolah bisa PTM diduga terkendala vaksinasi.

Wakil Ketua DPRDi Kalsel, Syarifudin, Kamis (4/11/2021), mengungkapkan, kendala sekolah untuk mengajukan PTM diduga akibat masih terbatasnya vaksinasi pelajar.

Terlebih salah satu syarat untuk PTM adalah minimal 50 persen siswa dan guru sudah divaksin.

"Vaksin di sekolah itu yang harus digencarkan. Sampai sekarang, baru berapa siswa yang divaksin, sedangkan salah satu syarat PTM adalah 50 persen sudah divaksin," bebernya.

Percepatan vaksinasi pelajar mungkin saja bisa terpenuhi, jika Pemprov Kalsel serius untuk mendorong PTM.

Baca juga: Tertinggal Capaian Vaksinasi Covid-19, Warga Divaksin di Banjarmasin Selatan Baru 12,9 Persen

Baca juga: UMP Kalsel 2022, Kadisnakertrans Siswansyah Perkirakan Naik Antara 8 Sampai 10 Persen

"Kenapa tidak mungkin untuk percepatan vaksinasi pelajar, jika memang serius dikerjakan," imnbuhnya.

Sementara itu, Kadinkes Kalsel yang juga Juru Bicara Satgas Covid-19, HM Muslim, mengatakan, vaksinasi guru dan siswa adalah yang terpenting dalam pengajuan PTM

"Kalau capaian vaksinasi pelajar, tidak tergambar. Tapi dari target tenaga pendidik, sudah 70 persen lebih," sebutnya.

Untuk vaksinasi siswa, ujarnya, tidak bisa dikelompokkan dalam kategori target penerima vaksin. Sedangkan  vaksinasi usia 12 hingga 17 tahun sudah lumayan cukup tinggi.

Berdasarkan evaluasi Satgas Covid-19 Kalsel terhadap 30 sekolah pilotting yang dimulai Oktober lalu, sambung Muslim, tidak ditemukan kasus positif di sekolah. Hasil evaluasi dan screening dinyatakan bagus.

Baca juga: Aspirasi Warga Komplek AMD Permai Blok C11 dan Blok C12 Diterima Pemko Banjarmasin

Baca juga: Keberangkatan Umrah 2021 Tak Ada Kepastian, 10 Persen Calon Jemaah di Kalsel Mundur

"Kalau tidak ketemu kasus, artinya boleh dibuka lagi untuk PTM gelombang dua," katanya, seraya menambahkan mengenai waktunya diatur oleh Disdikbud Kalsel.

Sementara itu, berdasarkan data Kemenkes RI, cakupan vaksinasi remaja usia 12 hingga 17 tahun untuk suntikan pertama 3,9 persen dan suntikan kedua 2,9 persen.

Total SMA, SMK dan SLB di Kalsel sebanyak 357 sekolah. Sebanyak 30 sekolah di antaranya sudah lebih dulu menggelar Pembelajaran Tatap Muka dalam program pilotting pada awal Oktober kemarin.

Sedangkan sekolah yang sudah mengusulkan untuk PTM di gelombang kedua yang direncakan akan digelar November ini baru sekitar 60 sekolah.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved