Breaking News:

Berita Banjarbaru

VIDEO Seminar Internasional The 2nd Hesicon FK ULM Bertema Penyakit Khas Lahan Basah

Fakultas Kedokteran ULM menyelenggarakan seminar internasional terkait penyakit di lahan basah yang diisi para pembicara dari berbagai universitas.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Unit Riset Center Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM), Kalimantan Selatan, menyelenggarakan konferensi internasional, Selasa (9/11/2021).

Kegiatan bertajuk The 2nd Health Science International Conference (Hesicon) ini, dilaksanakan daring maupun luring, mengangkat tema Tropical Disease of Wetland Areas in Pandemic and Post-Pandemic Era of Covid-19.

Ajang Hesicon kedua yang digelar di tahun ini diisi pembicara dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia maupun mancanegara.

Tak ketinggalan, praktisi kesehatan pun menjadi pembicara memaparkan hasil penelitiannya terkait penyakit-penyakit yang sering muncul di area lahan basah.

Pembicara dari ULM di antaranya Prof Dr Ir Yudi Firmanul Arifin, MSc, Prof Dr dr Nia Kania, SpPA (K), Dr dr Edi Hartoyo, SpA (K), serta Prof Dr dr Syamsul Arifin, MPd, dari ULM dan Universitas Palangka Raya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik di 43 Kabupaten/Kota, Jakarta dan Kalimantan Timur Masuk 5 Wilayah Diawasi

Baca juga: Pemerintah Terus Jaga Momentum Pengendalian Kasus Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Lalu ada pula Prof dr Sultana MH Faradz, PAK, PhD, dari Universitas Diponegoro, Prof dr M Hussein Gasem, SpPD-KPTI, PhD dari RS Dr Kariadi Semarang dan Prof Andre Van Der Ven, MD, PhD, DTMH dari Radboud University Medical Centre Belanda.

Dekan FK ULM, Dr dr Iwan Aflanie, MKes, SpF, SH, mengatakan, tema penyakit di kawasan lahan basah diangkat karena sejalan dengan visi-misi FK maupun ULM secara umum.

"Karena memang visi-misi FK dan ULM secara umum adalah menjadi institusi yang memiliki keunggulan dan berdaya saing di lahan basah," kata Dr Iwan.

Dijelaskannya, tak sedikit aspek dari penyakit-penyakit khas di lahan basah termasuk yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit atau jamur masih dapat dipelajari, sehingga memperkaya pengetahuan dengan tujuan optimalisasi penanganan dan pencegahannya.

Selain itu, konferensi internasional seperti The 2nd Hesicon ini dinilai menjadi upaya makin memperkenalkan FK ULM tak hanya di Indonesia tapi juga di mata Internasional.

Baca juga: Kabupaten Tanahbumbu Berada di PPKM Level 1, Kadinkes Tanbu: Ranking 1 Penanganan Covid-19 di Kalsel

Baca juga: Banjarmasin Masih PPKM Level 2, Wali Kota Ibnu Sina : Kita Lanjutkan yang Sudah Dijalankan

"Tentu ini sangat menunjang kemajuan kita dan sebagai cara mempublikasikan riset yang sudah dilakukan. Ini juga meningkatkan mutu Fakultas Kedokteran ULM dan mendukung agar semakin baik akreditasinya," terang Dr Iwan.

Ketua Unit Pusat Riset Center FK ULM, Prof Dr dr Nia Kania, SpPA (K), menambahkan, tak cuma konferensi yang diisi para pembicara, The 2nd Hesicon juga akan dirangkaikan di hari kedua dengan agenda workshop, Rabu (10/11/2021).

Pada workshop tersebut akan berfokus pada tanaman-tanaman herbal yang tumbuh di Kalimantan dan dapat berfungsi sebagai tanaman obat. "Ini diproses dengan teknologi yang disebut freeze drying," terangnya.

Selain bermanfaat bagi aspek keilmuan dan pengobatan kesehatan, Ini kata Prof Nia juga bisa berkontribusi terhadap pengembangan potensi kekayaan alam khususnya di Kalsel.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved