Breaking News:

DPRD Kalsel

Gali Informasi Kemitraan, Media DPRD Kalsel Kunjungi Diskominfosantik Kalteng

kunjungan ini berkaitan dengan bidang kehumasan yaitu ingin menggali informasi tentang penyebarluasan informasi

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
Humas DPRD Kalsel
studi komparasi Sekretariat DPRD Kalsel bersama wartawan Press Room ke Dinas Komunikasi Informasi Sandi dan Statistik Kalteng 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menggali informasi terkait kemitraan dengan media, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel bersama wartawan yang tergabung dalam Press Room melakukan studi komparasi ke Dinas Komunikasi Informasi Sandi dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Selasa (9/11/2021).

KEPALA Bagian Tata Usaha Sekretariat DPRD Kalsel Riduansyah mengatakan, kunjungan ini berkaitan dengan bidang kehumasan yaitu ingin menggali informasi tentang penyebarluasan informasi, peraturan daerah dan kegiatan-kegiatan kedewanan.

Menurut Riduansyah, ada beberapa hal yang dibahas, di antaranya kerja sama atau kemitraan dengan media massa, dan rencana penerapan tanda tangan sistem elektronik, sebagai upaya penerapan protokol kesehatan.

“Hasil kunjungan ini akan dibicarakan kepada sekretaris dan pimpinan dewan untuk ditindaklanjuti,” ujar Riduansyah, Rabu (10/11/2021).

studi komparasi Sekretariat DPRD Kalsel bersama wartawan  Press Room ke Dinas Komunikasi Informasi Sandi dan Statistik   Kalteng
studi komparasi Sekretariat DPRD Kalsel bersama wartawan Press Room ke Dinas
Komunikasi Informasi Sandi dan Statistik Kalteng (Humas DPRD Kalsel)

Sementara, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Diskominfo Santik Kalteng Agus Siswadi memberikan apresiasi terhadap kegiatan Sekwan Kalsel.

Menurutnya, mereka membahas permasalahan tentang bagaimana menyatukan kemitraan dinas terkait, dengan media-media massa baik lokal maupun media nasional.

Ke depan, Agus berharap, kemitraan antara dinas dan media bisa saling membantu, dalam menyebarluaskan informasi pembangunan.

Kemitraan dengan media lokal dilihat juga oplah dan lainnya, agar saling menguntungkan.

“Sekarang ini saya merancang tarif sekali tayang media,” jelasnya.

Agus menyatakan, tidak ada mewajibkan sertifikasi dewan pers.

Selama dua tahun bermitra kerja, pihaknya hanya menuntut pers memperjuangkan pemberitaan dengan pemerintah.

“Kita memang tidak mewajibkan media harus bersertifikasi dewan pers. Karena, yang tahu media itu adalah Kominfosantik sendiri,” ujarnya.

Diakui Agus, pertumbuhan media online memang sangat pesat, karena ada tarif sekali tayang yang akan dikembangkan nanti.

“Kita punya multimedia dengan mengerahkan total 21 orang. Semuanya masih tenaga kontrak, termasuk media visual. Kalau berita nasional semua sudah diolah di Kominfosantik Kalteng. Jadi sama dengan media lain seperti Kompas dan Metro TV, yang semuanya murni produksi daerah,” pungkas Agus.(AOL/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved