Banjir Kalsel
Banjir di Kalsel - Sebanyak 7.550 Jiwa, Jembatan dan Jalan di Kabupaten HST Terdampak
Banjir di Kalsel. Berdasarkan data resmi sementara BPBD HST, Selasa (16/11/2021), ada 8 kecamatan yang terendam. Pengungsi dilayani petugas dapur umum
Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Banjir di Kalsel. Meluapnya sungai di bagian hulu Kecamatan Hantakan dan Kecamatan Barangalai Tmur, membuat sejumlah kecamatan di Kabupaten Hulu SungaiTengah (HST) terdampak.
Ini adalah banjir ke dua di tahun 2021 di wilayah Kabupaten HST, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Sebelumhya, pada 14 Januari lalu, banjir bandang dahsyat melumpuhkan ekonomi dan merusak infrastruktur publik, rumah, sawah dan kebun masyarakat Kabupaten HST, .
Berdasarkan data resmi sementara BPBD HST, Selasa (16/11/2021), ada 8 kecamatan yang terendam.
Rinciannya, Kota Barabai yang meliputi Kelurahan Barabai Selatan, Barabai Utara, Barabai Timur, Barabai Darat, Barabai Barat, Bukat dan Desa Pajukungan.
Bisa simak video warga Kabupaten HST mengungsi di link ini: https://www.youtube.com/watch?v=EXvwfdt2gLc
Selanjutnya, Kecamatan Batubenawa yang meliputi, Desa Aluan Besar, Aluan Bhakti, Aluan Mati, Paya dan Layuh.
Banjir Juga merendam Kecamatan Haruyan, meliputi Haruyan Seberang, Mangunang dan Haruyan.
Di Kecamatan Pandawan meliputi Desa Jaranih dan MAsiraan, Kecamatan Batangalai Selatan, di Birayang, serta Kecamatan Batang Alai Utara meliputi, Desa Ilung dan Sumanggi.
Dan di Kecamatan Batangalai Timur terjadi tanah longsor yang menutup badan jalan ±30M di Desa Hinas Kiri.
Di Kecamatan Hantakan, luapa air sungai membua jembatan darurat di Desa Murung B yang menghubungkan Timan dan Desa Patikalain. Ini untuk kali kelima, putus dan hancur akibat terjangan arus deras.
Baca juga: Plt Sekda HST Sebut Lambatnya Banjir di Barabai Menyusut karena Bagian Hilir Tertutup Sampah
Baca juga: Banjir di Kalsel, Bhabinkamtibmas Bantu Evakuasi Warga Kabupaten HST yang Terdampak
Baca juga: Update Banjir Kalsel di Barabai HST, Hari Ini Warga Masih Mengungsi
Sedangkan di Desa Pasting terdapat tanah longsor sepanjang 50 meter yang sempat menutup badan jalan, dan dengan cepat disingkirkan warga bersama Satgas BPBD, TNI, Polri.
Di Desa Waki, Batubenawa juga dilaporkan satu jembatan darurat diterjang arus air hingga putus. Sedangkan di Kecamatan Batangalai Utara, sebuah tanggul mengalami jebol I RT 08 Ilung dan tiga jembatan juga rusak.
Kepala Pelaksana BPBD HST, Budi Haryanto, mengatakan, total warga terdampak sekitar 7.550 jiwa. Untuk jumlah yang mengungsi sekitar 505 jiwa.
Tempat pengungsian, yaitu di SMAN 1 Barabai jumlah pengungsi sekitar 150 Jiwa, di Gedung Djoang Barabai sekitar 25 Jiwa dan di Masjid Agung Barabai sekitar 150 Jiwa.