Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Jelang Natal dan Tahun Baru PPKM Lebih Diperketat, Begini Harapan PHRI Kalsel

Adanya kebijakan pemerintah terapkan PPKM Level 3 mulai tanggal 24 Desember 2021 - 2 Januari 2022 untuk sektor Hotel dan Resto dinilai bakal berdampak

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Syaiful Akhyar
ISTIMEWA
Nurul Fahmi, Sekretaris BPD Penghimpunan Hotel Restaurant Indonesia (PHRI) Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Adanya kebijakan pemerintah untuk menerapkan PPKM Level 3 mulai tanggal 24 Desember 2021 - 2 Januari 2022 untuk sektor Hotel dan Resto tentu nantinya akan berdampak.

Padahal, Menurut Sekertaris BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalsel, Nurul Fahmi, momen akhir tahun hunian hotel untuk mendongkrak pendapatan paling ditunggu.

"Tapi dengan adanya kebijakan tersebut mempunyai efek yang sangat signifikan dalam penurunan hunian kamar karena tamu pada akhir tahun melakukan liburan bersama keluarga dengan lama tinggal 2-4 hari," kata Nurul Fahmi.

Jika kebijakan ini diberlakukan, lanjut Nurul Fahmi, tidak hanya hotel tapi resto dan tempat-tempat wisata juga terpengaruh besar.

Baca juga: Pelantikan 64 Kepala Desa Hasil Pilkades Serentak Tabalong Dijadwalkan 31 Desember 2021

Baca juga: Program Padat Karya KSOP Banjarmasin Libatkan Ratusan Warga Telaga Biru

Baca juga: Dewan Pengupahan Kabupaten Banjar Belum Terbentuk, UMP Kalsel Jadi Acuan Pemkab Banjar

"Menurunkan ekonomi, karena pendapatan masyarakat / UMKM juga akan menelan akibatnya. Selain itu PAD juga pasti turun drastis," sebut pria yang juga GM Roditha Banjarbaru.

Karena itu, Nurul Fahmi berharap, agar pemerintah sebelum menerapkan kebijakan ini diadakan diskusi lebih dulu dengan semua pelaku usaha, untuk mengkaji dampak plus minus nya.

"Padahal semua daerah sudah melakukan vaksinasi lebih dari 60 persen dan pengusaha terutama hotel tetap melaksanakan prokes ketat.
Jadi BPD PHRI berharap kspada pemerintah pusat maupun daerah agar kebijakan ini tidak diterapkan," runutnya.

Sementara Gener Manager Q Dafam Hotel Banjarbaru, Roy Amazon menjelaskan kebijakan tersebut juga pasti berpengaruh di hunian hotel di Kalsel.

"Yang dirasakan pastinya akan ada penurunan tingkat hunian dan hilang nya beberapa event yang biasanya ada di akhir bulan desember. Untuk besaran kerugian mungkin berkisar antara 30-45% dari normal Desember," sebutnya.

Dijelaskan Roy Amazon, hotel Q Dafam tidak membuat program atau paket malam tahun baru karena dirinya sudah memperkirakan hal seperti ini akan terjadi."Ini kami sudah prediksi, jadi kami memang tidak buat program paket malam tahun baru," kata dia.

(banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved