Penanganan Covid 19
Bersama, Cegah Kenaikan Kasus Covid-19 Pada Libur Natal dan Tahun Baru
Ketua Pengurus Besar IDI, M Adib Khumaidi, mengingatkan peran masyarakat sangat besar dalam upaya menekan potensi kenaikan kasus Covid-19 saat Nataru.
Ia mengharapkan masyarakat memahami, bahwa pembatasan mobilitas ditetapkan bukan untuk menghambat pulihnya perekonomian.
Melainkan, untuk mencoba mengendalikan Covid-19 agar pada bulan-bulan berikutnya, Indonesia bisa mempertahankan situasi yang telah membaik saat ini.
“Kebijakan (PPKM) diambil untuk menyelamatkan yang paling penting dulu, yaitu nyawa manusia,” ujar Falla yang juga seorang dokter ini.
Terkait kesadaran protokol kesehatan, menurut Falla perubahan perilaku sudah ada dalam masyarakat.
Selanjutnya, masyarakat perlu menghidupkan pola pikir, hidup harus selalu berhati-hati dan peka terhadap kondisi dan data di tempat mereka berpijak.
Baca juga: Cegah Kenaikan Kasus Covid-19, Pemerintah Terus Monitor Perkembangan di Dalam dan Luar Negeri
“Pada dasarnya, aturan prokes tidak ada perubahan dari awal pandemi. Dengan menerapkan hal-hal tersebut setidaknya kita berkontribusi menurunkan kasus, jadi bukan kita yang menularkan atau tertular. Itu harus tetap dijalankan," ungkapnya.
Sejalan dengan imbauan pemerintah untuk mengurangi mobilitas, masyarakat juga beradaptasi untuk memanfaatkan waktu di rumah dengan kegiatan-kegiatan produktif.
Misalnya, dengan melakukan aktivitas bersama orang tua dan anak, membuat produk keterampilan atau prakarya.
Salah satunya, prakarya dari kardus Prakardus yang mudah digarap di rumah karena dilengkapi petunjuk pembuatan dan alatnya.
Hasil akhirnya juga berupa barang yang dapat dipakai anak, seperti lampu, tempat pensil, atau kalender.
Baca juga: REKOR Update Covid-19 Kalsel: Tak Ada Penambahan Kasus Hari Ini
Pendiri Prakardus, Muhammad Luqman Baehaqi menjelaskan karena tidak bepergian, maka antusiasme masyarakat akan produk prakarya makin tinggi.
“Banyak orang tua dan anak ingin mengisi waktu dengan lebih berkualitas dan yang paling penting, orang tua juga terlihat, sehingga juga akan memperkuat ikatan orang tua dengan anak,” paparnya.
Luqman mengajak untuk tidak keluar rumah bila tidak betul-betul perlu.
“Kita dapat bersinergi, saling dukung, saling menguatkan dan mengingatkan walaupun tanpa keluar rumah, dengan menggunakan sosial media, handphone, dan sarana lainnya,” ujarnya. (AOL/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/update-covid-19-hss-remaja-ikut-vaksinasi-di-kantor-disnaker-kota-kandangan-kalsel-jumat-19112021.jpg)