Breaking News:

Berita Banjarbaru

Produsen Jamu di Banjarbaru Diajarkan Bikin Jamu Instan Modern

permasalahan utama dalam produksi JAREN menuju UMKM Mandiri adalah permasalahan produksi yang masih manual dan permasalahan manajemen keuangan

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
SKB Banjarbaru Prima Happy
pelatihan membuat jamu instan modern kepada pelaku UMKM produksi jamu di Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Masih banyaknya jamu tradisional yang dijual dalam bentuk cairan dengan masa simpan pendek membuat tim produksi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Banjarbaru berinisiatif menghasilkan produk unggulan Jamu Modern (Jaren) berupa herbal bubuk instan.

Tim produksi SKB Banjarbaru dibantu dengan tim pengabdi kolaborasi dosen Program Studi Farmasi dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker FMIPA ULM, mendapatkan bantuan peralatan dalam diversifikasi produk berupa minuman herbal instan yang diberi label MIREMI, singkatan dari Minuman Rempah Alami.

Ketua tim pengabdian, Prima Happy, Jumat (26/11/2021) di Banjarbaru mengatakan permasalahan utama dalam produksi JAREN menuju UMKM Mandiri adalah permasalahan produksi yang masih manual dan permasalahan manajemen keuangan, serta produk yang berupa minuman cair dengan masa simpan yang pendek.

Selain itu, pendampingan dalam produksi, manajemen keuangan serta inisiasi PIRT juga menjadi rangkaian kegiatan pelatihan.

Baca juga: Dugaan Oknum Polisi Suplai Miras di Kafe Banjarbaru, Polda Kalsel: Jika Terbukti Akan Diproses

Baca juga: Tanggapi Ucapan Pengelola Kafe Dlegend Terkait Miras, Polres Banjarbaru Panggil Pengelola

"Peserta yang mengikuti kegiatan ini memiliki produk baik berupa makanan dan minuman yang sudah mulai dijual di pasaran namun belum memiliki PIRT, sehingga antusias peserta bimbingan sangat tinggi untuk dapat meningkatkan potensi produk mendapatkan izin PIRT ini," jelasnya.

Program ini dilaksanakan mulai bulan Agustus sampai November 2021 yang terdiri dari rangkaian kegiatan mulai dari pelatihan pembuatan diversifikasi produk berupa minuman herbal instan.

Pada kegiatan ini ujar Prima Happy dilakukan moderisasi peralatan produksi berupa penyediaan mesin yang dapat digunakan untuk produksi jamu cair skala besar dan produksi minumal herbal instan, timbangan analitik, dan mesin pemarut jamu.

Selain itu, terdapat rangkaian kegiatan berupa pembimbingan pengelolaan manajemen keuangan dari narasumber yaitu Putra Qomaluddin selaku Direktur CV Restu Guru Promosindo, dan pembimbingan inisiasi PIRT yang disampaikan oleh Kasi Kesling, Kerja OR Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Muhrisman.

Pembimbingan ini diikuti juga oleh beberapa UMKM di bawah bimbingan SKB Kota Banjarbaru, dengan total peserta 20 orang.

Baca juga: Oprit Jembatan Dekat Pantai Takisung Tala Retak, Camat Sebut Sisi Sebelah Masih Bisa Dilintasi

Baca juga: Terpapar Hujan Deras, Puluhan Rumah di Desa Ranggang Tanahlaut Sempat Kebanjiran

Prima Happy berharap dengan adanya pembekalan manajemen keuangan, inisiasi PIRT ini dan didukung dengan modernisasi peralatan yang dilakukan oleh tim pengabdi bisa memaksimalkan produk yang dihasilkan.

"Kami berharap produk yang dihasilkan tim produksi SKB Kota Banjarbaru dapat dipasarkan di masyarakat luas dan meningkatkan omzet dari UMKM SKB Banjarbaru," katanya.

Kepala Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) SKB Kota Banjarbaru, Sukardiono menyampaikan harapan pada produk Jaren dan Miremi ini dapat digemari masyarakat dan kerjasama Tim SKB Banjarbaru dan Tim FMIPA ULM terus terjalin dengan baik.

Tim produksi SKB Banjarbaru sendiri diketuai oleh Prima Happy dengan anggota Valentina Meta Srikartika, Destria Indah sari dan Herningtyas Nautika

Banjarmasinpost.co.id / Milna

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved