OTT KPK di HSU

KPK Telusuri Uang Pembelian Mobil Baru Bupati HSU, Barang Bukti Disita dari Ketua DPRD HSU

KPK mendalami pembelian sebuah mobil oleh Bupati nonaktif Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid (AW) yang kini disita dari Ketua DPRD HSU Almien Ashar.

Editor: M.Risman Noor
tribunnews
Bupati HSU H Abdul Wahid keluar gedung KPK usai diperiksa sebagai saksi, Jumat (1/10/2021) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemeriksaan terhadap Bupati nonaktif Hulu Sungai Utara (HSU) terus dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penelusuran dana didapat Abdul Wahid terus didalami, termasuk pembelian sebuah mobil oleh Bupati nonaktif Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid (AW) yang kini sudah disita dari Ketua DPRD HSU Almien Ashar Safari.

Barang bukti sebuah mobil disita dari Almien Ashar Safari tak lain anak kandung Bupati nonaktif HSU, Abdul Wahid.

Pendalaman materi ini ditelusuri lewat Bobby Koesmanjaya selaku pendiri dan pengasuh pondok pesantren dan Ferry Riandy Wijaya selaku pihak swasta.

Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten HSU Tahun 2021-2022 dengan tersangka Abdul Wahid, Selasa (30/11/2021).

"Kedua saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan pembelian beberapa unit mobil oleh tersangka AW yang satu unit diantaranya telah disita oleh tim penyidik dari Ketua DPRD HSU," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (1/12/2021).

Sebagai pengingat, tim penyidik KPK telah menyita satu unit mobil merek Honda CR-V milik Ketua DPRD HSU Almien Ashar Safari, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: OTT KPK di HSU - Aset Bangunan Tersangka Bupati HSU Abdul Wahid Dipasang Plang Penyitaan

Baca juga: Dugaan Suap di HSU, KPK Telusuri Peranan Abdul Wahid dan Maliki dalam Penentuan Pemenang Proyek

Saat itu, Ali mengatakan,mobil tersebut selanjutnya akan dikonfirmasi kembali kepada saksi-saksi yang terkait dengan perkara ini.

"Saat ini tim penyidik masih terus mengumpulkan dan melengkapi bukti-bukti terkait perkara ini," kata Ali.

Penyidik KPK sudah memeriksa Almien Ashar Safari pada Jumat (19/11/2021).

Saat itu KPK mendalami aliran uang yang didapat Abdul Wahid.

Dilansir dari Tribunnews.com dengan judul KPK Dalami Pembelian Mobil yang Kini Disita dari Ketua DPRD HSU, uang itu diperoleh Abdul Wahid dari pelaksanaan berbagai proyek pekerjaan di Dinas PUPRP (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan) di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

"Seluruh saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan pelaksanaan berbagai proyek pekerjaan di Dinas PUPRP di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang diduga ada aliran sejumlah dana kepada tersangka AW dan pihak terkait lainnya dalam bentuk fee proyek," kata Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding dalam keterangannya, Jumat (19/11/2021).

KPK telah mengumumkan Abdul Wahid sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pada 18 November 2021.

Bupati HSU Abdul Wahid diperiksa KPK, Kamis (18/11/2021).
Bupati HSU Abdul Wahid diperiksa KPK, Kamis (18/11/2021). (tribunnews.com)
Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved