Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Tak Terdampak Pandemi, Kepiting dan Ikan Nemo Air Tawar Kalsel Tembus Pasaran Luar

Pengiriman Kargo produk dari Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) lewat pesawat udara ternyata lebih bervariasi dibandingkan dari laut

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
ISTIMEWA
Ilustrasi-Danlanal Kotabaru (kanan), Letkol Laut (P) Guruh Dwi Yudhanto S.ST, Bupati Kotabaru Sayed Jafar, Dandim Letkol Inf Rony Fitriyanto dan Kapolres AKBP Andi Adnan Syafruddin, saat melakukan panen perdana kepiting bakau di Desa Sebelimbing. 

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pengiriman Kargo produk dari Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) lewat pesawat udara ternyata lebih bervariasi dibandingkan dari laut. 

Selain ada pengiriman sarang walet, ternyata juga ada potensi dari perairan dalam bentuk besar kepiting hijau dan ikan Nemo air tawar serta arwana. 

General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Dony Subardono mengakui,  saat pandemi Kargo di Bandara terus mengalami peningkatan.

Menurutnya, Ini perlu didukung dan ada perlu dipersingkat proses dan kalau bisa diupayakan kargo itu banjarmasin bisa langsung keluar.

Baca juga: Semangka Nagara dan Belut Pelaihari Tembus Pasar Surabaya Jatim

Baca juga: Bakeuda Banjarmasin Sosialisasikan Pajak BPHTB dan Pajak Sarang Burung Walet

Namun, tentunya ini harus didukung semua pihak. Bukan hanya maskapai dan bandara saja. Tapi komoditi yang layak ekspor ini perlu didorong. Contoh ekspor kepiting dari Banjarmasin .

"Kepiting dari banjarmasin ini adalah kepiting hijau yang berbeda dan ini yang disukai oleh Guangzou China, " katanya.

Selain Kepiting, juga ada ikan arwana, yang mana dari Kalsel ini mengirim barang itu seminggu dua kali dengan berat setengah ton. 

"Juga ada komoditas  ikan sejenis nemo air tawar yang ternyata dikirim dari kalsel. Nah ini potensi dan ini perlu dikelompokkan untuk bisa dikirim ke negara tujuan langsung ke luar negeri dari banjarmasin Kalsel," kata dia. 

Dari data Badan Pusat Statistik, pada Jumlah barang yang dimuat melalui angkutan udara yang berangkat dari Kalimantan Selatan pada bulan Oktober 2021 sebanyak 370.242 kilogram. 

Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 0,85 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2020, jumlah barang yang dimuat melalui angkutan udara yang berangkat dari Kalimantan Selatan mengalami kenaikan sebesar 4,84 persen.

Adapun jumlah barang yang dibongkar melalui angkutan udara yang datang di Kalimantan Selatan 
pada bulan Oktober 2021 sebanyak 1.967.661 kilogram. 

Baca juga: Karet Terus membaik, Kadisbunak Sebut Kini UPPB di Kalsel Punya Harga Tawar ke Pabrik

Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 1,94 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebanyak 1.930.205 kilogram.

Jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2020, jumlah barang yang dibongkar melalui angkutan udara yang datang di Kalimantan Selatan mengalami kenaikan sebesar 9,06 persen. (Banjarmasinpost /Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved