Covid 19 Dunia

Update Covid-19 Dunia 10 Desember 2021: Total Infeksi 268.683.955 Kasus

Update covid-19 dunia. Total infeksi virus corona di dunia mencapai 268.683.955 kasus

Spencer Platt/Getty Images/AFP
Sekelompok orang berbaris untuk menjalani tes Covid-19 di Times Square pada 05 Desember 2021 di New York City. Dengan ditemukannya virus corona jenis omicron yang baru ditemukan, pejabat kesehatan mengimbau masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi atau booster dan melakukan tes Covid. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pandemi covid-19 masih belum berakhir. Terbukti tambahan kasus harian masih terus terjadi.

Penyebaran virus corona pun masih terjadi di penjuru dunia. Ditambah lagi munculnya varian baru virus corona omicron di kawasan Afrika dan kini menyebar di sejumlah negara.

Dilansir dari Worldometers, berikut ini update covid-19 dunia mulai data infeksi, kasus sembuh, dan meninggal dunia pada Jumat (10/12/2021) seperti diberitakan Kompas.com.

Total infeksi virus corona di dunia mencapai 268.683.955 kasus, sejak ditemukan pertama kali penyebarannya di Kota Wuhan, China. Sementara itu total pasien sembuh mencapai 241.696.965 kasus dan total pasien yang meninggal 5.301.738 kasus.

Baca juga: Terdampak Isu Varian Baru Covid-19 Omicron, Harga Emas di Pasaran Banjarmasin Mulai Naik

Baca juga: Ketahanan Covid-19 Dunia, Peringkat Indonesia Hanya Setingkat Lebih Tinggi dari Filipina

Sementara itu, mutasi baru varian Omicron disebut dapat mengubah arah pandemi Covid-19, meskipun dampak pastinya masih sulit untuk diketahui.

Saat ini, para ilmuwan di seluruh dunia masih berusaha keras menentukan seberapa menular dan mematikan mutasi virus ini.

“Fitur tertentu dari Omicron termasuk penyebaran global dan sejumlah besar mutasi menujukkan itu bisa berdampak besar pada perjalanan pandemi,” kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip dari CNN Internasional, Jumat (10/12/2021).

Menurut WHO, perubahan genetik pada virus mempengaruhi virulensinya. Ini bisa jauh lebih menular dibandingkan jenis sebelumnya.

Meskipun, bukti awal dari Afrika Selatan kemungkinan menunjukkan varian baru ini lebih ringan daripada strain Delta, tetapi masih terlalu dini menyimpulkan hal tersebut.

“Terlalu dini untuk mengatakannya, saya hanya ingin berhati-hati terhadap kesimpulan apa pun tentang tingkat keparahan Omicron,” ujar pimpinan teknis WHO untuk Covid-19 Maria Van Kerkhove.

Seorang pria menyeka hidungnya di tempat pengujian cepat Covid-19 di terminal internasional di Bandara Internasional Los Angeles pada 3 Desember 2021, saat Los Angeles County melaporkan kasus pertama varian omicron. Tes gratis ditawarkan kepada siapa saja yang tiba di Los Angeles yang mungkin merasa sakit dari negara mana pun yang melaporkan kasus varian omicron baru.
Seorang pria menyeka hidungnya di tempat pengujian cepat Covid-19 di terminal internasional di Bandara Internasional Los Angeles pada 3 Desember 2021, saat Los Angeles County melaporkan kasus pertama varian omicron. Tes gratis ditawarkan kepada siapa saja yang tiba di Los Angeles yang mungkin merasa sakit dari negara mana pun yang melaporkan kasus varian omicron baru. (Frederic J. BROWN / AFP)

Kendati demikian, pasien rentan yang lebih tua dan tidak divaksinasi atau memiliki kondisi kesehatan mendasar (komorbid) memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terkena penyakit parah.

Sejauh ini, varian Omicron yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan telah ditemukan di setidaknya 57 negara di dunia.

Kasus-kasus baru di seluruh dunia merangkak naik selama seminggu terakhir, dengan lebih dari 4 juta kasus baru yang dikonfirmasi dilaporkan di seluruh dunia,

Kematian global meningkat sebesar 10 persen selama minggu lalu, dengan lebih dari 52.500 kematian baru dilaporkan.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Dunia 6 Desember 2021: Tembus 266 Juta Kasus, Indonesia Urutan ke-14

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved