Harga Bitcoin Hari Ini
Harga Bitcoin Hari Ini Senin 13 Desember 2021, Membaik Berada di Level US$ 49.935,22
Harga mata uang Bitcoin hari ini membaik dibanding beberapa hari sebelumnya.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Harga mata uang Bitcoin hari ini membaik dibanding beberapa hari sebelumnya.
Kenaikan harga terjadi pada bitcoin hari ini Senin 13 Desember 2021 diikuti mata uang kripto lain.
Tak bisa dibantahkan, sebulan terakhir rupanya bukan jadi periode yang baik bagi Bitcoin.
Dalam kurun waktu tersebut, harga uang Bitcoin yang merupakan aset kripto dengan kapitalisasi terbesar tersebut terus berada dalam tekanan.
Baca juga: Cara Dapat Voucher Belanja Online Rp 100.000 Kemenparekraf, Ini Syaratnya
Baca juga: Tindaklanjuti Tuntutan Aksi Damai Buruh, Ketua DPRD Tabalong Rencanakan Panggil Perusahaan Terkait
Merujuk Coinmarketcap, pada 11 November silam, harga uang kripto Bitcoin berada di level US$ 68.365 per Btc. Namun, pada hari Minggu (12/12) pukul 10.15 WIB, harga Bitcoin terjungkal di level US$ 49.102 per Btc. Artinya, Bitcoin sudah melemah 28,18% dalam periode tersebut.
Dilansir kontan.co.id, pada perdagangan Senin (13/12/2021) pukul 08.05 WIB, Coinmarketcap mencatat kenaikan harga Bitcoin.
Harga uang kripto Bitcoin, yang merupakan crypto currency dengan market cap terbesar, berada di level US$ 49.935,22. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin naik 0,87%. Dalam 7 hari perdagangan, harga Bitcoin naik 2,51%.
Kenaikan harga juga terjadi pada uang kripto lain yang berada di kelompok 5 besar market cap. Harga Ethereum (market cap terbesar kedua) di level US$ 4.116,06, naik 1,10% dalam 24 jam terakhir. Dalam 7 hari perdagangan, harga Ethereum turun 0,19%.
Harga Binance Coin (market cap terbesar ketiga) di level US$ 568,66, naik 0,80% dalam 24 jam perdagangan. Selama 7 hari perdagangan, harga Binance Coin naik 4,85%.
Harga Tether (market cap terbesar keempat) di level US$ 1, naik 0,1% dalam 24 jam perdagangan. Dalam 7 hari perdagangan, harga Tether turun 0,02%.
Harga Solana (market cap terbesar kelima) di level US$ 171,77 naik 0,68% dari sehari sebelumnya. Selama 7 hari perdagangan, harga Solana terkoreksi 8,99%.
Co-founder CryptoWatch dan Pengelola Channel Duit Pintar Christopher Tahir mengatakan, ada dua faktor utama yang menyebabkan koreksi harga Bitcoin pekan lalu.
Pertama adalah potensi percepatan tapering dan kenaikkan suku bunga acuan dari The Fed. Kedua, adanya potensi terseretnya Tether dalam kasus Evergrande, raksasa properti China yang baru saja diumumkan default.
“Tapi, kedua sentimen ini sebenarnya hanyalah noise yang dibuat oleh pasar. Pasalnya, jika dilihat data, akumulasi justru masih dilakukan oleh beberapa pihak whales,” kata Christopher ketika dihubungi Kontan.co.id, Jumat (10/12).
Menurut Christopher, tren koreksi yang terjadi saat ini masih ada potensi berlanjut dan bergerak ke kisaran US$ 42.000 - US$ 45.000. Walau begitu, ia yakin koreksi kali ini tidak akan bertahan lama karena ketika sentimen negatif seperti ini sering dihembuskan ke pasar, lama-kelamaan pasar justru akan makin kebal dengan sentimen sejenis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-kripto-bitcoin.jpg)