Selebrita

Heru Gundul Temukan & Tangkap Ular Bandotan Pohon, Sahabat Panji Petualang Tetap Setia Jelajahi Alam

Saat bertualangan di hutan Heru Gundul sahabat Panji Petualangan menemukan ular Bandotan Pohon, Heru dikenal saat ini tetap eksis tampil di TV

Penulis: Kristin Juli Saputri | Editor: Irfani Rahman
Tangkapan layar YouTube HERU GUNDUL
Heru Gundul temukan ular Bandotan Pohon 

"Ular ini dia bisa memakan mangsanya 10 kali lebih besar dari besar kepalanya karena di rahangnya dia tidak punya engsel tapi dia disambungkan oleh ligamen atau otot elastis, " bebernya.

Simak video selengkapnya:

Deretan Ular Berbisa dan Berbahaya di Indonesia

1. Ular Bandotan Puspa (Daboia siamensis)

Ular adaptif ini dapat ditemukan di berbagai macam habitat dan tidak memiliki habitat khusus dalam daerah persebarannya, namun ular ini paling sering ditemukan di ladang rumput terbuka, semak belukar, hutan sekunder, hutan perkebunan dan dekat peternakan dimana populasi tikus berlimpah.

Ular ini hidup di tanah dan dapat memanjat pohon pendek, lebih menyukai tanah datar dan udara kering, ia cenderung menghindari habitat hutan lebat dan lembab.
Ular ini aktif pada malam hari, ia akan memangsa pada hewan pengerat seperti tikus, tupai dan kucing kecil, namun ia juga akan memangsa kadal dan kodok.

Tersebar di wilayah Jawa Timur, Komodo, Flores, Lomblen dan Endeh.

2. Ular hijau ekor merah (Trimeresurus albolabris Gray)

Ciri yang sangat mennjol dalam sub keluarga trimeresorus ini adalah adanya coretan memanjang warna merah dibagian atas ekornya.

Giginya yang solenogypha atau berbentuk engsel dapat memanjang hingga optimal 2 cm saat menggigit meski tubuhnya hanya berkurang 75-90 cm dengan diameter maksimal 2,5 cm.

Ular ini hidup nya arboreal atau diatas pohon untuk memangsa burung, cecak, kadal dan makhluk pohon laennya. Keluar mencari makan pada malam hari atau nocturnal, dan sering ditemukan di daerah pinggiran sawah atau ladang, hutan hujan tropis hingga ketinggan 2000 mdpl.

Seperti lazimnya ular yang hidup diatas pohon, ular ini pun berreproduksi dengan ovovivipar atau mengerami telurnya didalam tubuhnya sehingga ketika keluar sudah berbentuk bayi ular.

Ular ini kadang disamakan dengan ular pucuk atau gadung pari (Drophys prasinus) yang warnanya mirip dengan di albolabris ini. Di kalangan masyarakat, semua ular hijau dianggap berbahaya, padahal sebenarnya tidak.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved