Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Polemik Rencana Hapus Premium dan Pertalite, Pengusaha di Banjarmasin Sebut Akan Sangat Memberatkan

Pengusaha di Banjarmasin sebut harga Pertamax mahal sehingga akan memberatkan operasional, berdampak pada kenaikan jasa dan juga barang.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
DOKUMEN BANJARMASIN POST
Direktur Utama PT Borneo Arta Mandiri (BAM Cargo) Banjarmasin, Nanang Suriyanadokumen 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pernyataan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang akan menghapuskan bahan bakar minyak (BBM) RON 88 alias Premium dan RON 90, yakni Pertalite, banyak mengejutkan berbagai kalangan masyarakat 

Sebagaimana informasi dari Kementerian ESDM saat Kamis (23/12/2021), hanya akan ada bensin dengan kadar oktan (Research Octane Number/RON) di atas 91 yang dinilai lebih ramah lingkungan seperti Pertamax. 

Menurut Rizaldi, pengemudi taksi travel di Banjarmasin, harga Pertamax Rp 9.200 per liter jelas lebih mahal dari Pertalite yang harganya Rp 7.850 per liter.

"Korelasinya pada biaya operasional mobil yang bertambah. Sementara, di masa pandemi ini, pengguna jasa travel belum sebanyak sebelumnya," ujarnya.

Menurut Rizaldi, jika biaya operasional naik, maka akan menaikkan pula biaya sewa mobil maupun jasa antar travel. Sebab, perubahan BBM akan menaikan pula harga barang dan jasa.

Baca juga: Rencana Penghapusan Premium dan Pertalite Tuai Polemik, Begini Kata Pengamat

Senada dikatakan Direktur Utama PT Borneo Arta Mandiri (BAM Cargo) Banjarmasin, Nanang Suriyana.

Jika benar BBM jenis pertalite akan dihilangkan, tentunya hal ini akan sangat memberatkan bagi pelaku usaha dan pastinya masyarakat juga. 

"Kalau tidak tersedia lagi pertalite, berarti harus pakai Pertamax. Itu akan menambah beban operasional yang akan semakin besar. Komponen terbesar di bisnis ekspedisi adalah BBM," tegasnya.

Lanjutnya, ini akan berakibat pula pada naiknya ongkos kirim dan dampaknya akan di tanggung masyarakat juga.

Sementara itu, Toto, pedagang BBM eceran di Jalan Purnawirawan Banjarbaru, mengatakan, jika seperti itu hanya akan menjual satu jenis BBM yaitu Pertamax. "Palingan yang dijual Pertamax dan jual solar," katanya.

Baca juga: Rencana Penghapusan Premium dan Pertalite, Mendapat Penolakan dari Fraksi PKS, Memberatkan Rakyat

Baca juga: Premium dan Pertalite Dihapus Mengemuka, Ini Penjelasan Direktur Pertamina

Lain lagi Budi, warga Palam, Kota Banjarbaru, Kalsel. Menanggapi bahwa nantinya hanya Pertamax  secara alasan untuk ramah lingkungan, bisa lebih murah harganya.

"Hanya saja, harga Pertamax kok lebih mahal. Apa tidak bisa dikasih harga yang sama seperti Pertalite Rp 7.000-an, supaya daya beli terjangkau," ucapnya.

Ia juga menyakini jika harga BBM akan memengaruhi harga keperluan pokok dan barang jasa lainnya. Sebab, semua sangat terkait dengan distribusi barang dan jasa.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved